Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kudus meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Ketahanan Pangan Data Satu untuk Semua (Sikepangdua). Aplikasi ini untuk mengawasi stok sebelas komoditas pokok di Kabupaten Kudus.

Sebelas komoditas pokok tersebut yakni, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah, daging ayam, minyak goreng, gula merah, gula pasir, kedelai, dan telur ayam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyanto menjelaskan, data sebelas komoditas tersebut, meliputi jumlah ketersediaan stok hingga harga terkini komoditas tersebut.

“Memang bisa masuk ke ranah Dinas Perdagangan, namun kami juga berperan dalam hal ini,” ucap Catur usai peluncuran di aula DPP Kudus, Rabu (5/5/2021).

Dengan adanya sistem tersebut, Catur berharap data stok pangan di Kabupaten Kudus bisa lebih tertata dan teratur. Sehingga ketika membutuhkan data yang valid, maka pihak dinas bisa menyediakan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPP Kudus Ari Mulyani Mustikaningtyas merincikan, data yang masuk berasal dari berbagai sumber. Mulai dari Dinas Perdagangan, bidang-bidang di Dinas Pertanian dan Pangan, hingga dari para produsen di lapangan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPP Kudus Ari Mulyani Mustikaningtyas merincikan, data yang masuk berasal dari berbagai sumber. Mulai dari Dinas Perdagangan, bidang-bidang di Dinas Pertanian dan Pangan, hingga dari para produsen di lapangan.Data tersebut, kemudian diolah dan disatukan. Pembaharuan data sendiri, dilakukan sekali dalam sepekan. “Sehingga bisa terus update dari waktu ke waktu,” ucap dia.Untuk ke depan sendiri, pihaknya akan terus mengembangkan aplikasi sistem informasi tersebut. Yakni dengan menambah jumlah komoditas yang tercakup di basis data.“Ke depan secara perlahan jumlah komoditas yang tercover di aplikasi tersebut bisa bertambah lagi,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler