Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Dua orang pemudik di Kabupaten Kudus dinyatakan positif Covid-19 pada libur Lebaran pekan lalu. Beruntungnya, tidak ditemukan kontak erat yang positif Covid-19 dari dua orang pemudik tersebut.

Bupati Kudus HM Hartopo mengonfirmasi hal ini. “Sampai saat ini ada sebanyak dua orang yang positif, tapi tracing kontaknya nol yang positif, atau tidak ada yang positif Covid-19,” ujar Bupati Hartopo, Selasa (18/5/2021).

Pada larangan mudik kemarin sendiri, Kota Kretek kebobolan sekitar 1500-an pemudik. Namun, kata Hartopo, sebagian besar telah membawa surat hasil swab antigen dari wilayahnya masing-masing.

“Saat itu juga kami lakukan pengecekan, memang suratnya berlaku 1x24 jam,” katanya.

Adanya 1500-an pemudik sendiri, sambung dia, tak lantas menyumbang kenaikan kasus Covid-19 di Kota Kretek. Justru, yang menambah adalah pasien-pasien dari dalam Kudus sendiri.

Alasannya, sambung dia, adalah karena saat merayakan libur Lebaran pekan lalu, banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. Sehingga kasus dalam wilayah mengalami kenaikan.

Baca: Corona di Kudus Naik Tajam Usai Lebaran, Masyarakat Abaikan Prokes Disebut Jadi Biangnya

Saat ini sendiri, jumlah kasus Covid-19 ada sebanyak 169 pasien aktif. Jumlah tersebut meningkat tajam dari sebelum Lebaran.

“Saat ini ada sekitar 160-an pasien aktif, jumlah tersebut tentu naik dari titik terendah penularan Covid-19 sebelum Lebaran yang hanya 60 pasien saja,” terang Hartopo.Oleh karena itu pihaknya pun berharap hal ini menjadi perhatian bersama. Masyarakat yang telah divaksin juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.Sehingga potensi penularan Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin. “Jadi jangan sampai lengah supaya penularan tidak semakin meningkat lagi,” jelas Hartopo.Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daeraeh (RSUD) Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar memperkirakan puncak peningkatan terjadi pada 10 hari usai Lebaran. Yakni setelah pelaksanaan tradisi kupatan.Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan.“Sebagai rumah sakit rujukan lini pertama, kami tetap harus sigap dengan perkembangan kondisi yang ada. Jika memang diperlukan, nanti ruang Melati 2 juga akan kembali diaktifkan jadi ruang isolasi,” jelasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler