Corona di Kudus Melambung, Kasus Aktif Hampir 500 Orang
Anggara Jiwandhana
Senin, 24 Mei 2021 08:20:34
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus kian hari kian melambung tinggi. Jumlahnya pun kini berada di angka 488 orang.
Selama dua hari terakhir terjadi penambahan kasus yang cukup banyak. Pada Minggu (23/5/2021) malam terdapat penambahan 57 orang, sementara Sabtu (22/5/2021) malam terdapat penambahan 67 kasus baru.
Dari jumlah kasus aktif tersebut, ada sebanyak 182 pasien yang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan penangangan Covid-19 di Kudus. Sementara 306 pasien lainnya, kini menjalani isolasi mandiri.
“Mereka yang bergejala tentu akan mendapat perawatan di rumah sakit, sementara jika tidak, maka diperbolehkan jalani isolasi mandiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Senin (24/5/2021).
Selain mencatat penambahan pasien baru, jumlah pasien meninggal Covid-19 juga bertambah sebanyak tiga orang. Sehingga kini jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 berada di angka 562 orang.
Sementara untuk pasien sembuh, trennya masih bergerak cukup lambat dibanding penambahan kasus konfirmasi aktif.
“Untuk penambahan pasien sembuh semalam ada sebanyak sebelas orang,” terangnya.
Kabupaten Kudus, lanjut Badai, juga masih memiliki setidaknya 5.334 kontak erat masih dipantau. Kemudian ada sebanyak 170 pasien suspek dan 84 pasien probable meninggal dunia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Nakes RSUD Loekmono Hadi Kudus melakukan perawatan di ruang isolasi khsusus RSUD Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus kian hari kian melambung tinggi. Jumlahnya pun kini berada di angka 488 orang.
Selama dua hari terakhir terjadi penambahan kasus yang cukup banyak. Pada Minggu (23/5/2021) malam terdapat penambahan 57 orang, sementara Sabtu (22/5/2021) malam terdapat penambahan 67 kasus baru.
Dari jumlah kasus aktif tersebut, ada sebanyak 182 pasien yang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan penangangan Covid-19 di Kudus. Sementara 306 pasien lainnya, kini menjalani isolasi mandiri.
“Mereka yang bergejala tentu akan mendapat perawatan di rumah sakit, sementara jika tidak, maka diperbolehkan jalani isolasi mandiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Senin (24/5/2021).
Selain mencatat penambahan pasien baru, jumlah pasien meninggal Covid-19 juga bertambah sebanyak tiga orang. Sehingga kini jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 berada di angka 562 orang.
Sementara untuk pasien sembuh, trennya masih bergerak cukup lambat dibanding penambahan kasus konfirmasi aktif.
“Untuk penambahan pasien sembuh semalam ada sebanyak sebelas orang,” terangnya.
Kabupaten Kudus, lanjut Badai, juga masih memiliki setidaknya 5.334 kontak erat masih dipantau. Kemudian ada sebanyak 170 pasien suspek dan 84 pasien probable meninggal dunia.
Kenaikan kasus konfirmasi mulai terjadi di Kabupaten Kudus setelah libur Lebaran kemarin. Pihaknya pun mewanti-wanti agar masyarakat Kudus bisa terus menerapkan protokol kesehatan yang ada.
Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang dianjurkan, hingga menjaga jarak ketika di kerumunan.
“Dengan begitu bisa mencegah adanya penularan yang lebih masif lagi,” kata dia.
Pasien yang kini tengah menjalani isolasi mandiri baik suspek maupun positif juga diminta untuk melaksanakannya dengan benar. Sehingga bisa memutus mata rantai penularannya.
“Di rumah sakit, semua tenaga kesehatan berjuang untuk menyembuhkan pasien-pasien corona dengan penyakit penyertanya,” pungkasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha