Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait lonjakan kasus Covid-19 yang sangat pesat.

Hingga Selasa (25/5/2021) pagi ini, jumlah pasien aktif Covid-19 yang ada di Kabupaten Kudus sudah ada sebanyak 569 pasien, dari total kasus konfirmasi sebanyak 6.652 kasus.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sendiri, menengarai kasus isolasi mandiri yang tak disiplin jadi salah satu biangnya. Selain itu, penurunan kepatuhan masyarakat Kudus akan penerapan protokol kesehatan (prokes) jadi salah satu penyebab.

Walau demikian, pihak DKK akan mencoba membuat kajian dan berupaya menemukan penyebab kasus Covid-19 di Kudus kian merangkak naik.

“Ada kemungkinan pasien-pasien isolasi mandiri tak tertib menjalankan isman (isolasi mandiri), karena sekelas Satgas terkecil yakni Jogo Tonggo pun tentu tidak bisa memonitoring sampai 24 jam dan sampai dalam rumahnya,” kata Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, Selasa (25/5/2021).

Oleh karena itu, pihak DKK akan mencoba menempatkan pasien-pasien isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat. Sehingga benar-benar bisa terpantau dengan baik.

“Kami siapkan dua tempat, yakni di Rusunawa dan Akbid Kudus,” kata dia.

Baca: Melambung Lagi, Malam Ini Corona di Kudus Tambah 121 Orang, Total Kasus Aktif Jadi 569 Pasien

Untuk Rusunawa, akan disiapkan guna mengisolasi pasien positif tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG). Sementara untuk Akbid Kudus, akan diisi pasien-pasien yang bergejala ringan.“Di Rusunawa sudah ada sekitar 20 orang, itu akan kami maksimalkan untuk menampung pasien Covid-19 yang OTG,” jelasnya.DKK, tambah Badai, juga akan menyelediki kemungkinan lonjakan kasus akibat banyaknya pemudik yang masuk Kota Kretek. Walau memang, banyak pemudik yang menggunakan surat rapid antigen untuk perjalanan.Baca: Lonjakan Corona di Kudus Jadi Perhatian Pemprov, Rumah Sakit Daerah Sekitar DisiagakanUntuk diketahui, jumlah total konfirmasi warga Kudus yang terkonfirmasi Covid-19 adalah sebanyak 6.652 kasus. Jumlah pasien aktif, berada di angka 569 orang. Kemudian pasien meninggal ada sebanyak 573 orang, dan jumlah pasien sembuh ada sebanyak 5.510 orang.Selain itu, juga masih ada sebanyak 5.386 kontak erat yang masih dipantau, 237 pasien suspek, dan 84 pasien probable meninggal dunia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News