Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


[caption id="attachment_220025" align="alignleft" width="880"] Petugas RSUD Kudus saat berjalan ke luar ruang isolasi pasien Covid-19. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]

MURIANEWS, Kudus - Semua rumah sakit di Kabupaten Kudus secara resmi mulai tidak menerima pasien rujukan Covid-19 dari luar daerah Kudus mulai, Kamis (27/5/2021) kemarin.

Selain karena jumlah pasien Covid-19 dari dalam wilayah Kudus melonjak tajam, surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah Nomor 440/3414/5 juga jadi acuannya.

Dalam surat tersebut, Dinkes Provinsi Jawa Tengah meminta kabupaten-kabupaten tetangga Kudus untuk tidak mengirimkan pasien Covid-19 rujukan ke rumah sakit di Kabupaten Kudus.

Sebaliknya, kabupaten tetangga seperti Demak, Pati, dan Jepara diminta untuk bersiap menerima pasien dari Kabupaten Kudus. Pihak Dinkes juga menyiapkan Rumah Sakit  Semarang bagi pasien Covid-19 asal Kudus maupun kabupaten tetangga yang membutuhkan perawatan lanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, surat dari Dinkes Jateng telah diteruskan pada semua rumah sakit rujukan di Kudus. Sehingga kini, sebagian besar pasien yang dirawat adalah warga Kudus sendiri.

"Kami yakin para tenaga kesehatan akan berusaha semaksimal mungkin untuk merawat pasien-pasien Covid-19 hingga sembuh," ujar Badai, Jumat (28/7/2021).

Hanya, pihaknya berharap masyarakat Kudus untuk tetap patuh pada penerapan protokol kesehatan. Sehingga bisa turut menekan angka penularan Covid-19 yang semakin tinggi. Terlebih, saat ini, banyak masyarakat yang masih abai dengan prokes.

"Minimnya kesadaran akan penerapan protokol kesehatan saat libur Lebaran kemarin menjadi salah satu biang dari tigginya angka penularan yang terjadi saat ini," kata dia.

Pihaknya pun berharap hal tersebut bisa jadi pembelajaran bersama dan lebih mawas diri akan penerapan protokol kesehatan.Baca: Ada 822 Pasien Corona di Kudus, 549 di Antaranya Jalani Isolasi MandiriPasien yang kini tengah menjalani isolasi mandiri, lanjut Badai, baik suspek maupun positif juga diminta untuk melaksanakannya dengan benar. Sehingga bisa memutus mata rantai penularannya."Jika dilaksanakan dengan benar maka akan mencegah terjadinya klaster keluarga yang kini mendominasi kasus di Kudus," jelasnya.Secara total kasus konfirmasi Covid-19 di Kudus, hingga Jumat pagi sudah ada sebanyak 6.938. Untuk yang sudah sembuh, ada sebanyak 5.524 orang. Sementara yang meninggal, ada sebanyak 592 orang.Sementara untuk pasien aktif, kini ada sebanyak 822 orang. Sebanyak 273 pasien di antaranya kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Sementara 549 sisanya melakukan isolasi mandiri.  Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler