Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Ulama yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidh Yanbu'ul Qur'an Kudus KH Ulil Albab Arwani mengajak seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan (protokes) untuk mencegah Covid-19. Ajakan ini dilakukan lantaran saat ini Kabupaten Kudus masuk dalam kategori zona merah, dengan kasus aktif lebih dari seribu orang.

Ajakan ini disampaikan oleh KH Ulil Albab Arwani melalui sebuah video. Tampak di belakang KH Ulil berdiri Bupati Kudus HM Hartopo, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, Dandim 0722/Kudus Letol Inf Kav Indarto, dan Kepala Kantor Kemenag Kudus Akhmad Mundakir.

”Waktu ini Kudus zona merah, bahkan termasuk yag tertinggi di Indonesia. Maka perintah-perintah untuk menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, kurangi kerumunan, ini harus kita kerjakan,” katanya.

Ajakan ini juga ia tujukan kepada para ulama, kiai, imam masjid, untuk turut membantu pemerintah menyosialisasikan protokol kesehatan kepada santri-santrinya.

”Ini karena suatu usaha menanggulangi corona. Kepada imam masjid, romo kiai, supaya memakai protokol kesehatan, dan menganjurkan kepada para santrinya para masyarakat supaya kita semua terhindar dari corona,” ujarnya.

Ulama sepuh ini juga menyebut, pandemi ini merupakan ujian dari Allah. Sehingga manusia diharapkan bisa semakin mendekat dan berdoa dengan memperbanyak istighfar dan selawat.

“Maka selain usaha harus berdoa memperbanyak istighfar supaya terhindar dari corona 19, dan azab Allah tidak akan hanya mengenai orang yang zalim. Bahkan orang saleh kadang-kadang kena karena masyarakatnya banyak yang tidak minta ampun,” terangnya.Lonjakan kasus corona di Kabupaten Kudus saat ini cukup tinggi. Hingga Minggu (30/5/2021) malam, kasus aktif mencapai 1.198 baik yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Sementara total kasus corona di Kudus tercatat 7.458 kasus.Dengan rincian jumlah pasien sembuh ada sebanyak 5.644 orang, dan pasien meninggal ada sebanyak 616 orang.Selain itu, sebanyak 142 tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus terpapar Covid-19 selama lonjakan kasus pascalibur Lebaran beberapa waktu lalu. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler