Kudus Segera Sinkronkan Data Rapid Test, Tracing dan Testing Digelar Secara Masif
Anggara Jiwandhana
Senin, 7 Juni 2021 15:25:19
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kudus HM Hartopo meminta semua data tracing kontak dengan rapid antigen harus tersinkroniasi dengan aplikasi Allrecord.
Hal tersebut harus dilakukan dengan tujuan Satgas punya pegangan data dalam mengevaluasi dan menjalankan langkah pengangan Covid-19 di Kota Kretek.
“Seluruh data harus tersinkronisasi di sana (AllRecord), karena untuk acuan penanganan Coid-19 di Kudus ini,” ujar Hartopo usai memimpin rapat koordionasi dengan Kakesdam IV/Diponegoro Kolonel Ckm dr Akhmad Rusli Budi di Command Center, Senin (7/6/2021).
Pihaknya, juga mulai melakukan evaluasi terkait Standar Opersional Prosedur (SOP) dalam penanganan hasil tes antigen yang positif. Dalam kasus ini, apabila seseorang yang dirapid dan hasilnya positif, maka harus segera di-tracing kontak eratnya.
Mekanismenya, rinci dia, setelah ada laporan positif langsung dilakukan tracing dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Puskesmas. Unsur TNI juga turut dilibatkan dalam proses tracing sampai ke tingkat desa.
“Kemudian dilakukan testing. Jangan sampai orang-orang yang positif berkeliaran, maka kami sudah meminta bantuan TNI untuk dikerahkan personel ke desa-desa,” katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




HM Hartopo, Bupati Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kudus HM Hartopo meminta semua data tracing kontak dengan rapid antigen harus tersinkroniasi dengan aplikasi Allrecord.
Hal tersebut harus dilakukan dengan tujuan Satgas punya pegangan data dalam mengevaluasi dan menjalankan langkah pengangan Covid-19 di Kota Kretek.
“Seluruh data harus tersinkronisasi di sana (AllRecord), karena untuk acuan penanganan Coid-19 di Kudus ini,” ujar Hartopo usai memimpin rapat koordionasi dengan Kakesdam IV/Diponegoro Kolonel Ckm dr Akhmad Rusli Budi di Command Center, Senin (7/6/2021).
Pihaknya, juga mulai melakukan evaluasi terkait Standar Opersional Prosedur (SOP) dalam penanganan hasil tes antigen yang positif. Dalam kasus ini, apabila seseorang yang dirapid dan hasilnya positif, maka harus segera di-tracing kontak eratnya.
Mekanismenya, rinci dia, setelah ada laporan positif langsung dilakukan tracing dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Puskesmas. Unsur TNI juga turut dilibatkan dalam proses tracing sampai ke tingkat desa.
“Kemudian dilakukan testing. Jangan sampai orang-orang yang positif berkeliaran, maka kami sudah meminta bantuan TNI untuk dikerahkan personel ke desa-desa,” katanya.
Semenetraa Kakesdam IV/Diponegoro dr Akhmad Rusli Budi sendiri menyampaikan kesiapan personelnya membantu penanganan Covid-19 di Kudus semaksimal mungkin.
Personel TNI baik dari dalam maupun luar daerah siap dikerahkan untuk melakukan tracing sampai ke tingkat desa. Sebagai langkah pencegahan, pihaknya juga berencana membantu pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat Kudus.
“Kami siap menindaklanjuti laporan-laporan untuk tracing kontak erat, kalau perlu saya kerahkan personel dari daerah lain. Selain tracing, selanjutnya kami akan siapkan bantuan untuk vaksinasi bagi masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha