Puncak Penularan Corona di Kudus Diyakini Telah Lewat, Juli Diperkirakan Mulai Menurun
Anggara Jiwandhana
Selasa, 22 Juni 2021 14:45:37
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Puncak penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus diyakini telah dilewati pada awal bulan ini. Penurunan kurva pada kasus baru pun diperkirakan akan mulai berlangsung pada bulan Juli 2021 mendatang.
"Kami rasa puncaknya sudah terlewati ya, dan penurunannya kami perkirakan bulan depan semoga sudah dimulai," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Selasa (22/6/2021).
Perhitungannya, lanjut Badai, adalah dicocokkan dengan grafik pada bulan Januari 2021 lalu. Mengingat lonjakan kasus saat ini, polanya hampir sama seperti awal tahun lalu.
"Sesuai dengan kurva tren yang kemarin (Januari), kurvanya untuk saat ini akan menurun di awal bulan Juli, nanti dilihat saja," ujar Badai.
Untuk saat ini sendiri, grafik kasus yang terjadi sudah cenderung melandai. Jumlah pasien sembuh juga mulai menunjukkan kenaikan di awal pekan ini. Sementara penambahan pasien baru masih fluktuatif.
"Ini berkat semua upaya-upaya yang dilakukan bersama, mulai dari nasional, pemprov, pemkab, TNI dan Polri. Yang paling berdampak adalah kebijakan isolasi terpusat," sambungnya.
Kebijakan isolasi terpusat, lanjut Badai, terlebih di Asrama Haji Donohudan dinilai cukup sukses menekan angka penularan. Di mana pasien-pasien tanpa gejala dipisah dari kelompok agar tidak terjadi penularan yang lebih besar lagi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Sejumlah nakes RSUD Loekmono Hadi Kudus tampak beristirahat sejenak di tengah lonjakan pasien IGD di rumah sakit tersebut. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Puncak penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus diyakini telah dilewati pada awal bulan ini. Penurunan kurva pada kasus baru pun diperkirakan akan mulai berlangsung pada bulan Juli 2021 mendatang.
"Kami rasa puncaknya sudah terlewati ya, dan penurunannya kami perkirakan bulan depan semoga sudah dimulai," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Selasa (22/6/2021).
Perhitungannya, lanjut Badai, adalah dicocokkan dengan grafik pada bulan Januari 2021 lalu. Mengingat lonjakan kasus saat ini, polanya hampir sama seperti awal tahun lalu.
"Sesuai dengan kurva tren yang kemarin (Januari), kurvanya untuk saat ini akan menurun di awal bulan Juli, nanti dilihat saja," ujar Badai.
Untuk saat ini sendiri, grafik kasus yang terjadi sudah cenderung melandai. Jumlah pasien sembuh juga mulai menunjukkan kenaikan di awal pekan ini. Sementara penambahan pasien baru masih fluktuatif.
"Ini berkat semua upaya-upaya yang dilakukan bersama, mulai dari nasional, pemprov, pemkab, TNI dan Polri. Yang paling berdampak adalah kebijakan isolasi terpusat," sambungnya.
Kebijakan isolasi terpusat, lanjut Badai, terlebih di Asrama Haji Donohudan dinilai cukup sukses menekan angka penularan. Di mana pasien-pasien tanpa gejala dipisah dari kelompok agar tidak terjadi penularan yang lebih besar lagi.
"Kami belajar bahwasanya isolasi mandiri itu tidak efektif, kemudian didirikanlah isolasi terpusat di beberapa titik. Lalu berdasar instruksi dari Panglima, diisolasi di Donohudan hingga akhirnya terputus rantai penularannya," kata Badai.
Baca: