Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus kembali mencatat adanya penambahan pasien baru, pasien sembuh, dan pasien meninggal pada Rabu (23/6/2021) malam.

Dengan rincian, 251 pasien baru, 286 pasien sembuh, dan 15 pasien meninggal dunia. Sehingga menjadikan jumlah pasien aktif di Kabupaten Kudus menjadi sebanyak 2.017 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menyampaikan, untuk saat ini angka kesembuhan mulai berangsur stabil dan cenderung naik. Sementara angka kematian mulai mengalami penurunan.

“Untuk kemarin, angka kesembuhan sedikit naik dari 75,4 persen menjadi 76,03 persen, sedangkan angka kematian sedikit mengalami penurunan dari 8,28 persen menjadi 8,24 persen,” ujar Badai, Kamis (24/6/2021).

Sementara untuk jumlah penambahan kasus baru, lanjut dia, masih sangat fluktuatif. Di tiga hari terakhir misalnya. Pada tanggal 21 Juni, penambahan kasus aktif hanya sebanyak 155 orang saja. Kemudian di dua hari terakhir meningkat ke 222 hingga 251 orang per hari.

Delapan dari sembilan kecamatan pun kini dikategorikan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. “Hanya Kaliwungu saja yang kini berstatus oranye. Ini menunjukkan jika Kudus masih mempunyai risiko tinggi penularan Covid-19,” kata dia.
Delapan dari sembilan kecamatan pun kini dikategorikan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. “Hanya Kaliwungu saja yang kini berstatus oranye. Ini menunjukkan jika Kudus masih mempunyai risiko tinggi penularan Covid-19,” kata dia.Oleh karena itu pihaknya berharap masyarakat bisa melaksanakan disiplin protokol kesehatan secara baik dan benar.Penerapan prokesnya, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.“Serta mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan, sehingga bisa memutus rantai penularan virus ini,” jelas Badai Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler