Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus sejak pandemi berlangsung hingga Selasa (27/7/2021) pagi tercatat sudah sebanyak 16.089 kasus. Dari jumlah itu, kini tinggal 243 kasus aktif. Dengan rincian76 pasien dirawat, dan 167 pasien isolasi mandiri (isoman).

“Untuk total akumulasi kasusnya saat ini berada di angka 16.089 orang, dari jumlah tersebut juga sudah ada sebanyak 14.577 orang pasien yang sudah sembuh, dan1.278 pasien yang meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Selasa pagi.

Secara keseluruhan kasus aktif kini memang terus mengalami penurunan. Namun, Badai tetap mengingatkan jika penambahan pasien harian masih terjadi.

Hanya, hal tersebut juga dibarengi dengan penambahan pasien sembuh yang jumlahnya cukup signifikan. Hal tersebut, lanjut dia, juga terjadi selama sepekan terakhir.

“Seperti semalam, ada 45 kasus baru namun juga ada sebanyak 52 kasus yang sembuh, sehingga secara akumulasi bisa mengurangi jumlah pasien aktif di Kudus,” sambung dia.

Semua desa di Kabupaten Kudus pun kini tak ada yang berstatus zona merah. Setelah pada pekan lalu, masih ada dua desa dengan status zona merah. Hanya memang tetap didominasi zona oranye.

Walau demikian, Badai berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Dengan begitu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin.
Walau demikian, Badai berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Dengan begitu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin."Ini jadi perhatian kita bersama, karena untuk menurunkannya perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya," ujar Badai.Diketahui, Kabupaten Kudus sendiri sempat berada di zona merah penularan Covid-19 pada pertengahan Juni lalu. Di mana titik tertinggi kasus aktif saat itu adalah mencapai dua ribu orang lebih.Kemudian di awal Juli, kasus mulai menunjukkan grafik penunuran. Tren tersebut pun terus berlangsung sampai sekarang, hingga akhirnya Kabupaten Kudus turun ke zona oranye. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler