Kasus Corona di Kudus Tinggal 193 Orang, yang Dirawat Hanya 63 Pasien
Anggara Jiwandhana
Kamis, 5 Agustus 2021 09:43:11
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga Kamis (5/8/2021) pekan ini berada di angka 193 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan yang bertahap setelah pada pekan sebelumnya, kasus masih berada di atas 200 lebih.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menyampaikan, jumlah penurunan kasus corona di Kabupaten Kudus trennya kini berangsur bagus. Walau memang, penurunannya bertahap.
“Laporan semalam, jumlah kasus aktif turun sebanyak 13 orang. Itu karena ada penambahan pasien sembuh sebanyak 31 orang, namun ada pasien barunya bertambah 25 orang dan pasien meninggal bertambah tujuh,” kata Badai, Kamis pagi.
Sementara untuk akumulasi kasus, Badai mengatakan jika jumlah warga Kudus yang sudah terpapar Covid-19 adalah sebanyak 16.304 orang.
Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 14.818 orang yang telah dinyatakan sembuh, kemudian ada sebanyak 1.293 pasien meninggal, dan 193 pasien aktif.
“Untuk pasien aktifnya ada 63 pasien dirawat dan 130 pasien isolasi mandiri,” ujar dia.
Walau kasus turun, pihaknya memastikan tak ada penurunan pada kuantitas tracing atau penelusuruan kontak untuk menemukan kasus baru Covid-19 di Kota Kretek. Skala perbandingannya pun dipastikan masih sama.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Nakes tengah menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga Kamis (5/8/2021) pekan ini berada di angka 193 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan yang bertahap setelah pada pekan sebelumnya, kasus masih berada di atas 200 lebih.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menyampaikan, jumlah penurunan kasus corona di Kabupaten Kudus trennya kini berangsur bagus. Walau memang, penurunannya bertahap.
“Laporan semalam, jumlah kasus aktif turun sebanyak 13 orang. Itu karena ada penambahan pasien sembuh sebanyak 31 orang, namun ada pasien barunya bertambah 25 orang dan pasien meninggal bertambah tujuh,” kata Badai, Kamis pagi.
Sementara untuk akumulasi kasus, Badai mengatakan jika jumlah warga Kudus yang sudah terpapar Covid-19 adalah sebanyak 16.304 orang.
Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 14.818 orang yang telah dinyatakan sembuh, kemudian ada sebanyak 1.293 pasien meninggal, dan 193 pasien aktif.
“Untuk pasien aktifnya ada 63 pasien dirawat dan 130 pasien isolasi mandiri,” ujar dia.
Walau kasus turun, pihaknya memastikan tak ada penurunan pada kuantitas tracing atau penelusuruan kontak untuk menemukan kasus baru Covid-19 di Kota Kretek. Skala perbandingannya pun dipastikan masih sama.
“Skalanya masih sama, bisa satu banding lima atau satu banding sepuluh,” kata Badai.
Jumlah total orang yang dites sendiri, per harinya masih berada di angka 400 hingga 600 orang atau spesimen, dengan positivity rate di bawah lima persen.
“Kudus sudah turun jauh untuk angka positifnya, walau memang masih ditemukan kasus baru ya,” jelas dia.
Badai pun berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Dengan begitu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha