Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Salah satu kuliner unik yang ditunggu-tunggu saat peringatan Buka Luwur Sunan Kudus adalah bubur Asyura. Bubur dengan rasa yang unik tersebut, menjadi primadona kedua setelah nasi uyah asem yang akan dibagi Kamis (12/8/2021) besok atau tepat pada 10 Muharam.

Bahan dari bubur asyura sendiri, terbilang sangat banyak untuk sebuah bubur. Mulai dari beras sebagai bahan pokoknya. Kemudian kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang tolo, kacang kedelai, dan kacang hijau. Ada juga singkong, ketela rambat, hingga jagung dan pisang.

Sementara bahan-bahan tambahannya ada daun pandan, serai, kayu manis dan garam. Tak lupa, ada bumbu gulai dan biji kelapa yang membuat bubur jadi gurih.

Bahan-bahan tersebut, kemudian dimasak secara berurutan. Yang pertama adalah kacang-kacangan, sinkong, ketela rambat, dan jagung, direbus satu per satu. Sembari menunggu rebusan, santan kemudian dimasak hingga mendidih.

“Setelahnya masukkan bahan-bahan lainnya satu per satu, dan diaduk sampai merata,” kata Humas Humas Panitia Buka Luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis, Rabu (18/8/2021).

[caption id="attachment_234371" align="alignleft" width="880"] Panitia akan membagikan bubur asyura pada masyarakat sekitar Menara Kudus, Rabu (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Proses pengadukannya sendiri, membutuhkan waktu kurang lebih selama tiga jam. Setelah dirasa telah matang, maka bubur akan diletakkan di dua wadah berbeda bentuk, yakni takir dan samir. Kemudian diberi sembilan macam taburan yang berbeda di atas buburnya.

“Ada tahu, tempe, ikan teri, udang, telur, srundeng, jeruk bali, kecambah, dan irisan cabai. Taburan tersebut sudah turun temurun dari zaman dahulu,  yang jelas menambah rasa dari bubur asyura,” kata dia.
“Ada tahu, tempe, ikan teri, udang, telur, srundeng, jeruk bali, kecambah, dan irisan cabai. Taburan tersebut sudah turun temurun dari zaman dahulu,  yang jelas menambah rasa dari bubur asyura,” kata dia.Kharis mengatakan, bubur asyura  dibagikan pada sejumlah masyarakat yang berada di lingkup Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus saja. Sekali memasak pun hanya berjumlah sekitar seribuan porsi saja.“750 porsi diletakkan di Samir atau seperti lempengan piring dan 250 sisanya di takir atau seperti pincuk,” ungkapnya.Nidha, salah seorang warga yang menerima bubur asyura mengaku berterima kasih kepada panitia. Karena pada 10 Muharram tahun ini bisa merasakan bubur asyura.“Sebelumnya memang belum pernah karena tertarik merasakan karena kebetulan juga berada di dekat kompleks Menara Kudus saya mencoba mencicipi bubur tersebut,” ujarnya.Ia mengakui rasanya sangat lezat karena terdiri dari berbagai macam bahan yang digunakan. “Tadi sepertinya banyak toppingnya, yang paling enak rasanya saat buburnya dimakan dengan taburan telur dan udang,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler