Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


[caption id="attachment_219672" align="alignleft" width="880"] Petugas medis RSUD Kudus tengah menyiapkan ventilator untuk pasien Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga Kamis (19/8/2021) kini telah menurun di angka 60 kasus. Dari jumlah itu hanya 13 pasien saja yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

“Jumlahnya kini hanya tersisa 60 orang, di mana ada 13 pasien dirawat dan 47 sisanya menjalani isolasi mandiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo.

Sementara secara keseluruhan, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus kini ada sebanyak 16.780 orang. Di mana sudah ada 15.400 orang yang dinyatakan sembuh, dan 1.320 orang yang meninggal dunia.

“Penurunan kasus aktif terus terjadi walau penambahan kasus harian juga masih ada. Itu karena penambahan jumlah pasien sembuh juga bertambah cukup banyak di tiap harinya,” ujarnya.

Oleh karena itulah, Badai berharap masyarakat tidak serta merta menerapkan protokol kesehatan. Sehingga penularan virus Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin.

Yakni mulai dari selalu memakai masker ketika berada di luar rumah, mencuci tangan usai menyentuh benda di tempat umum, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobiltas.

“Ini jadi perhatian kita bersama, karena untuk menurunkannya perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya,” jelas dia.
“Ini jadi perhatian kita bersama, karena untuk menurunkannya perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya,” jelas dia.Bupati Kudus HM Hartopo juga terus mengimbau pada masyarakat untuk tetap menaati dan menerapkan selalu protokol kesehatan selama beraktivitas. Walau kini, Pemkab telah melonggarkan sejumlah kebijakan di Kota Kretek.Mulai dari memperbolehkan pekerja seni dan orkes melayu untuk tampil dan mengambil tawaran kerja lagi, hingga mencabut kebijakan pemadaman lampu penerangan jalan umum (LPJU) serta melonggarkan penyekatan sejumlah ruas jalas di Kota Kretek.Pemkab, kemudian juga memberi lampu hijau kepada swalayan dan mal nonsembako untuk beroperasi kembali dengan sejumlah pembatasan. Begitu juga dengan restoran dan PKL, mereka juga boleh membuka kembali layanan makan di tempat.“Yang penting pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak jangan berkerumun,” tegasnya.  Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler