Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


[caption id="attachment_234567" align="alignleft" width="880"] Para peziarah memanjatkan doa di Makam Sunan Kudus, Kamis (19/8/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]

MURIANEWS, Kudus – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mencatat, dari satu hingga sembilan Muharam kemarin, sudah ada sebanyak 23.736 peziarah yang mengunjungi makam Sunan Kudus.

Dari jumlah tersebut, peziarah yang paling banyak mengunjungi makam Sunan Kudus adalah pada sembilan Muharam atau pada Rabu (18/8/2021) kemarin.

“Kemarin yang paling banyak, jumlah peziarah mencapai 3.832 orang,” ucap Humas Panitia Buka Luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis, Kamis (19/8/2020).

Kemudian untuk pengunjung terpadat ke dua dan ketiga  yakni di tiga dan delapan Muharam. Di mana ada sebanyak 3.335 orang pada 3 Muharam dan 3.413 orang peziarah pada delapan Muharam.

Untuk proses penghitungannya sendiri, Kharis mengatakan pihaknya menggunakan aplikasi di CCTV untuk memantau dan menghitung jumlah hariannya. Sementara untuk peziarah hari ini, masih dalam proses penghitungan.

Pihak yayasan sendiri, lanjut dia, terus berupaya menerapkan protokol kesehatan bagi para peziarah yang masuk ke area makam maupun masjid. Mulai dari menyiapkan sarana cuci tangan hingga menyiapkan thermo gun.

“Pengunjung juga wajib memakai masker saat masuk ke dalam makam,” tandasnya.
“Pengunjung juga wajib memakai masker saat masuk ke dalam makam,” tandasnya.Jumlah peziarah pada tahun ini sendiri mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun kemarin. Pada tahun 2020 sendiri, jumlah peziarah bisa mencapai 41.285 orang.Sementara Alifa Murdianti, salah satu peziarah mengaku sengaja datang saat 10 Muharam karena ingin mendapat nasi jangkrik yang biasanya dibagi pihak yayasan. Namun sayang, pada tahun ini tidak ada pembagian.“Biasanya selalu datang ke sini pas 10 Muharam, berharap tahun ini diadakan antrean lagi, tapi ternyata sama seperti kemarin, tidak ada,” ujarnya.Walau demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Tidak apa-apa, niat utamanya kan ziarah,” jelasnya.  Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler