Corona di Kudus Makin Melandai, Bupati Minta Waspadai Pendatang dari Luar Daerah
Anggara Jiwandhana
Senin, 23 Agustus 2021 15:07:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga awal pekan ini semakin melandai. Per Senin (23/8/2021) siang, jumlah kasus Covid-19 di Kudus pun hanya tersisa 19 orang saja, di mana ada 16 pasien isolasi dan hanya tiga pasien yang dirawat di rumah sakit.
Pemerintah Kabupaten Kudus, juga telah mencabut kebijakan-kebijakan pembatasan aktifitas masyarakat. Imbasnya, sejumlah tempat publik di Kota Kretek pun kini telah normal dan mulai ramai kembali.
Bupati Kudus HM Hartopo sendiri mengatakan tetap akan memantau dan mengawasi kerumunan di Kota Kretek. Hanya, pihaknya akan lebih memilih untuk mewaspadai orang luar Kudus yang baik disengaja atau kebetulan berkunjung di Kota Kretek.
“Justru orang luar daerah ini yang perlu diwaspadai karena kita tidak tahu statusnya apakah itu OTG atau tidak, kalau masyarakat Kudus sendiri kami pikir sudah tidak masalah,” kata Hartopo.
Oleh karena itu, pihaknya akan mengoptimalkan pengawasan pada orang luar daerah dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. Ketua RT dan RW pun diharapkan punya peran lebih untuk ini.
“Sehingga ketika nanti ada orang luar daerah yang berkunjung, langsung didata, dilaporkan ke Satgas sehingga bisa terlacak dengan baik,” tegas dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi covid-19. (Pixabay)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga awal pekan ini semakin melandai. Per Senin (23/8/2021) siang, jumlah kasus Covid-19 di Kudus pun hanya tersisa 19 orang saja, di mana ada 16 pasien isolasi dan hanya tiga pasien yang dirawat di rumah sakit.
Pemerintah Kabupaten Kudus, juga telah mencabut kebijakan-kebijakan pembatasan aktifitas masyarakat. Imbasnya, sejumlah tempat publik di Kota Kretek pun kini telah normal dan mulai ramai kembali.
Bupati Kudus HM Hartopo sendiri mengatakan tetap akan memantau dan mengawasi kerumunan di Kota Kretek. Hanya, pihaknya akan lebih memilih untuk mewaspadai orang luar Kudus yang baik disengaja atau kebetulan berkunjung di Kota Kretek.
“Justru orang luar daerah ini yang perlu diwaspadai karena kita tidak tahu statusnya apakah itu OTG atau tidak, kalau masyarakat Kudus sendiri kami pikir sudah tidak masalah,” kata Hartopo.
Oleh karena itu, pihaknya akan mengoptimalkan pengawasan pada orang luar daerah dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. Ketua RT dan RW pun diharapkan punya peran lebih untuk ini.
“Sehingga ketika nanti ada orang luar daerah yang berkunjung, langsung didata, dilaporkan ke Satgas sehingga bisa terlacak dengan baik,” tegas dia.
Masyarakat di Kabupaten Kudus pun diharapkan untuk tidak lengah akan penerapan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah. Sehingga benar-benar bisa menekan angka penularan Covid-19 di Kudus.
Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga Senin (23/8/2021) kini telah menurun di angka 19 kasus. Sebelumnya, kasus Covid-19 di Kota Kretek sendiri masih di angka 50 orang lebih pada pekan lalu.
“Jumlahnya kini hanya tersisa 19 orang saja, di mana ada tiga pasien dirawat dan 16 sisanya menjalani isolasi mandiri,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo.
Sementara secara keseluruhan, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus kini ada sebanyak 16.901 orang di mana sudah ada 15.506 orang yang dinyatakan sembuh dan 1.376 orang yang meninggal dunia.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha