Tarif Dokter dan Fotocopy Bikin Kudus Alami Inflasi
Anggara Jiwandhana
Kamis, 2 September 2021 14:38:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pada Bulan Agustus 2021 kemarin mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 105,34.
Pemicu inflasi pada Agustus sendiri dikarenakan adanya kenaikan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran. Yakni pada kelompok kesehatan sebesar 7,46 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen.
Kenaikan juga terjadi di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,18 persen.
Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,01 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santosa merincikan, ada sejumlah komoditas utama dalam kelompok tersebut yang menjadi penyebab utama Kudus alami inflasi.
“Yakni naiknya tarif dokter umum, tarif dokter spesialis, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, dan biaya fotocopy,” kata Rahmadi, Kamis (3/9/2021).
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga hanya terjadi pada satu kelompok saja, yaitu kelompok makanan sebesar 0,80 persen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga mendapatkan pengobatan gratis kerja sama dari Apindo Kudus, Lazisnu, Lazismu, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pada Bulan Agustus 2021 kemarin mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 105,34.
Pemicu inflasi pada Agustus sendiri dikarenakan adanya kenaikan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran. Yakni pada kelompok kesehatan sebesar 7,46 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen.
Kenaikan juga terjadi di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,18 persen.
Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,01 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santosa merincikan, ada sejumlah komoditas utama dalam kelompok tersebut yang menjadi penyebab utama Kudus alami inflasi.
“Yakni naiknya tarif dokter umum, tarif dokter spesialis, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, dan biaya fotocopy,” kata Rahmadi, Kamis (3/9/2021).
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga hanya terjadi pada satu kelompok saja, yaitu kelompok makanan sebesar 0,80 persen.
Baca: