Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pada Bulan Agustus 2021 kemarin mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 105,34.

Pemicu inflasi pada Agustus sendiri dikarenakan adanya kenaikan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran. Yakni pada kelompok kesehatan sebesar 7,46 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen.

Kenaikan juga terjadi di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,18 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,01 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santosa merincikan, ada sejumlah komoditas utama dalam kelompok tersebut yang menjadi penyebab utama Kudus alami inflasi.

“Yakni naiknya tarif dokter umum, tarif dokter spesialis, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, dan biaya fotocopy,” kata Rahmadi, Kamis (3/9/2021).

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga hanya terjadi pada satu kelompok saja, yaitu kelompok makanan sebesar 0,80 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga hanya terjadi pada satu kelompok saja, yaitu kelompok makanan sebesar 0,80 persen.Baca: Harga Beras dan Perhiasan di Kudus Picu Inflasi 0,21 Persen Pada Mei 2021Komoditas penahan laju inflasinya sendiri, adalah turunnya harga cabai merah, beras, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.Sebagai pembanding, kabupaten/kota lainnya mengalami inflasi yakni Kota Purwokerto sebesar 0,12 persen, Kota Surakarta sebesar 0,09 persen, dan Kota Cilacap sebesar 0,06 persen. Sedangkan Kota Tegal dan Kota Semarang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,06 persen.Sementara Jawa Tengah pada bulan ini mengalami inflasi sebesar sebesar -0,01 persen dengan indeks harga sebesar 106,11. Sedangkan nasional mengalami inflasi sebesar 0,03 persen dengan indeks harga sebesar 106,57. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler