Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Realisasi investasi di Kabupaten Kudus hingga bulan Agustus 2021 baru 50 persen. Yakni sebesar Rp 3,5 trilun, dari total target yang diinginkan sebesar Rp 7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Revli Subekti mengatakan, pandemi Covid-19 sangat memukul dunia investasi di Kudus.

Revli sendiri tak memungkiri jika investasi di Kudus saat ini masih lesu. Data dari DPMPTSP sendiri, dari Januari sampai Agustus 2021 baru ada satu investor besar yang masuk ke Kudus. Itupun, merupakan investor asing.

“Berdasarkan perencanaan awal, kami targetkan tahun ini akan ada investasi baru yang totalnya mencapai Rp7 triliun. Ternyata pandemi COVID-19 sangat berdampak sehingga saat ini realasisasinya baru 50 persen,” kata dia Rabu (8/9/2021).

Sembari menunggu iklim investasi membaik, pihak Pemkab Kudus sendiri akan merampungkan Perda Tata Ruang untuk mempermudah investasi.

“Ketika itu nanti telah selesai, kami optimis investasi bisa sedikit demi sedikit tumbuh di Kudus,” kata dia.

Baca: MK Putuskan Leasing Bisa Sita Barang Tanpa SidangNamun kabar baiknya, Revli mengatakan jika jumlah pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) di Kabupaten Kudus tumbuh sebesar 300 persen selama masa pandemi Covid-19 ini. Usaha di sektor kuliner adalah yang paling banyak bertambah.Untuk mendongkrak sektor UMKM agar tumbuh lebih baik lagi, maka DPMPTSP akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah untuk diberikan pembinaan agar bisa menjalin kerja sama dengna Alfamart dan Indomaret.Dengan harapan, produk yang dihasilkan para pelaku UMKM bisa masuk ke minimarket setelah sebelumnya diberikan pembinaan soal manajemen, pemasaran dan pengemasannya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler