Ups! Ternyata Baru Ada Satu Investor Besar Masuk Kudus
Anggara Jiwandhana
Rabu, 8 September 2021 14:13:13
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Realisasi investasi di Kabupaten Kudus hingga bulan Agustus 2021 baru 50 persen. Yakni sebesar Rp 3,5 trilun, dari total target yang diinginkan sebesar Rp 7 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Revli Subekti mengatakan, pandemi Covid-19 sangat memukul dunia investasi di Kudus.
Revli sendiri tak memungkiri jika investasi di Kudus saat ini masih lesu. Data dari DPMPTSP sendiri, dari Januari sampai Agustus 2021 baru ada satu investor besar yang masuk ke Kudus. Itupun, merupakan investor asing.
“Berdasarkan perencanaan awal, kami targetkan tahun ini akan ada investasi baru yang totalnya mencapai Rp7 triliun. Ternyata pandemi COVID-19 sangat berdampak sehingga saat ini realasisasinya baru 50 persen,” kata dia Rabu (8/9/2021).
Sembari menunggu iklim investasi membaik, pihak Pemkab Kudus sendiri akan merampungkan Perda Tata Ruang untuk mempermudah investasi.
“Ketika itu nanti telah selesai, kami optimis investasi bisa sedikit demi sedikit tumbuh di Kudus,” kata dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah satu pabrik sepatu yang dibangun di Kecamatan Jekulo, Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Realisasi investasi di Kabupaten Kudus hingga bulan Agustus 2021 baru 50 persen. Yakni sebesar Rp 3,5 trilun, dari total target yang diinginkan sebesar Rp 7 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Revli Subekti mengatakan, pandemi Covid-19 sangat memukul dunia investasi di Kudus.
Revli sendiri tak memungkiri jika investasi di Kudus saat ini masih lesu. Data dari DPMPTSP sendiri, dari Januari sampai Agustus 2021 baru ada satu investor besar yang masuk ke Kudus. Itupun, merupakan investor asing.
“Berdasarkan perencanaan awal, kami targetkan tahun ini akan ada investasi baru yang totalnya mencapai Rp7 triliun. Ternyata pandemi COVID-19 sangat berdampak sehingga saat ini realasisasinya baru 50 persen,” kata dia Rabu (8/9/2021).
Sembari menunggu iklim investasi membaik, pihak Pemkab Kudus sendiri akan merampungkan Perda Tata Ruang untuk mempermudah investasi.
“Ketika itu nanti telah selesai, kami optimis