Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien Covid-19 mengalami penambahan sebanyak tiga orang per Selasa (14/9/2021). Jumlah total pasien aktif pun kini berada di angka 20 orang. Setelah pada hari sebelumnya, jumlah pasien aktif berada di angka 17 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, jika tiga pasien baru kini menjalani isolasi mandiri. Hal tersebut dikarenakan yang bersangkutan bergejala ringan atau tidak bergejala apapun.

“Jumlah pasien aktif kini 20 orang, 18 pasien menjalani isolasi dan dua pasien lainnya menjalani perawatan,” kata Badai, Selasa (14/9/2021).

Sementara secara keseluruhan, lanjut dia, jumlah warga Kudus yang telah terkonfirmasi Covid-19 adalah sebanyak 16.827 orang. Dengan rincian 20 pasien aktif, 1.381 pasien meninggal, dan 15.426 pasein sembuh.

Kabupaten Kudus, kata Badai, juga masih memiliki setidaknya 65 pasien suspek. Di mana 42 pasien suspek menjalani isolasi mandiri dan 23 sisanya menjalani perawatan.

Oleh karena itu, DKK Kudus mulai melakukan kajian untuk mengantisipasi adanya lonjakan ketiga kasus Covid-19 di Kota Kretek. Terlebih, adanya varian baru Covid-19 jenis MU mulai terdeteksi di sejumlah negara.

Namun untuk sementara, pihak DKK akan melakukan upaya preventif terlebih dahulu. Sembari menyiapkan langkah kuratif bila terjadi hal yang tak diinginkan.

“Tentunya ada kajian dan kemungkinan ke arah sana, karena ada banyak sebab. Inilah yang akan kita antisipasi semuanya,” kata Badai.
“Tentunya ada kajian dan kemungkinan ke arah sana, karena ada banyak sebab. Inilah yang akan kita antisipasi semuanya,” kata Badai.Baca: Kudus Antisipasi Munculnya Gelombang Ketiga Covid-19Salah satu yang akan dilakukan dalam waktu segera adalah pelaksanaan swab antigen acak di sejumlah fasilitas umum maupun lokasi kerumunan. Langkah tersebut diangap penting ketika masyarakat Kudus mulai merasa sudah terbebas dari Covid-19.“Kalau tiba-tiba ada apa-apa dan kita tidak tahu kan bahaya, inilah salah satu langkah yang akan kami lakukan ke depan,” sambung dia.Sebagai langkah lanjutan, DKK berencana untuk mendatangkan alat PCR dan akan dianggarkan melalui APBD perubahan. Hanya memang tetap akan mengikuti perkembangan Covid-19 di Kudus.“Ketika terjadi lonjakan, kita butuh penegakan diagnosis yang cepat, sehingga testingnya jalan cepat, penegakannya juga bisa jalan cepat,” jelasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler