Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Beberapa mal dan pusat perbelanjaan di Kabupaten kudus sudah menerapkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi kepada pengunjungnya. Salah satunya Kudus Extention Mall (KEM).

Selain untuk memantau kapasitas di dalam mal, juga untuk memantau apakah pengunjung sudah tervaksin atau belum.

Kendati demikian, belum semua pengunjung sudah memanfaatkan aplikasi ini. Termasuk pihak mal belum bisa melarang secara penuh pengunjung yang belum vaksin.

“Kami memang belum bisa melarang pengunjung yang belum divaksin untuk masuk mal, karena diketahui capaian vaksinasi di Kudus juga baru 30 persen, sehingga ketika pengunjung belum divaksin, tetap akan diskrining sesuai standar Prokes,” kata Marketing KEM Nafi, Jumat (17/9/2021).

Skrining prokes, kata dia, juga berlaku bagi pengunjung yang telah melaksanakan vaksinasi. Jadi ketika pengunjung memiliki suhu di atas 37,3 maka tetap akan tidak diperbolehkan masuk.

“Jadi scan aplikasi juga jalan, skrining protokol kesehatan juga terus jalan. Ini salah satu bentuk upaya kami dalam mendukung progam pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar dia.

Pihak KEM sendiri, kata Nafi, telah menyosialisasikan pelaksanaan scan aplikasi PeduliLindungi per tanggal 9 Agustus hingga 6 September kemarin. Kemudian mulai diperketat per pekan ini.

“Respon pelanggan sebenarnya bermacam ya, ada yang mau ada yang tidak, tapi kami tetap sosialisasikan terus sampai nanti akan jadi kebiasaan,” kata dia.
“Respon pelanggan sebenarnya bermacam ya, ada yang mau ada yang tidak, tapi kami tetap sosialisasikan terus sampai nanti akan jadi kebiasaan,” kata dia.Baca: Bobol PeduliLindungi, Dua Orang di Jakarta Utara DitangkapSelama PPKM Darurat dan Level 4 sendiri, kunjungan di Kudus Extention Mall menurun hingga 80 persen. Kemudian berangsur naik ketika diberi kelonggaran saat PPKM Level 3 dan 2 yang saat ini sedang berlangsung.“Yang biasanya cuma seribu per harinya, kini sudah naik di 3.000 pengunjung per hari, semoga bisa berangsur membaik,” jelasnya.Salah satu pengunjung Aulia Maharani mengaku baru kali pertama ini menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pihaknya merasa tak keberatan untuk diminta mengunduh aplikasi tersebut.Alasannya, selain karena ringkas, pihaknya jadi mengerti kondisi di wilayahnya berada. “Tidak apa-apa, saat ini aplikasi ini juga sedang dibutuhkan,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler