Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus per Jumat (24/9/2021) pagi menurun menjadi sepuluh orang. Atau berkurang dua orang setelah pada hari sebelumnya berjumlah 12 orang.

Dua pasien tersebut dinyatakan sembuh. Sementara kemarin tidak ada penambahan kasus baru maupun kasus kematian.

“Sehingga kini sisanya sepuluh orang. Satu dirawat di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 sementara sembilan lainnya menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo.

Sementara secara akumulasi, jumlah kasus Covid-19 di Kota Kretek sendiri kini berada di angka 16.818 orang. Dengan keterangan, 15.426 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 1.382 meninggal dunia.

“Sepuluh sisanya adalah pasien aktif yang kini sedang menjalani perawatan,” kata Badai.

Dengan statistik kasus tersebut, Kabupaten Kudus kini berstatus zona kuning penularan Covid-19 atau memiliki risiko rendah.

Satu kecamatan, yakni Kecamatan Jekulo pun telah berstatus full zona hijau, atau tidak memiliki kasus aktif Covid-19.

“Sementara delapan kecamatan lainnya enam berstatus kuning, yakni Kecamatan Undaan, Jati, Kota, Gebog, Kaliwungu, dan Bae. Kemudian dua kecamatan yakni Dawe dan Mejobo berstatus oranye,” ujarnya.

Meski kasus melandai, pihaknya mengingatkan kepada semua warga Kudus untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Meski kasus melandai, pihaknya mengingatkan kepada semua warga Kudus untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.Yakni memakai masker ketika berada di luar ruangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Hal tersebut dikarenakan, wabah virus Covid-19 di Kabupaten Kudus masih belum rampung.“Kami ingatkan untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, jangan sampai lengah dan jangan sampai terlena,” jelasnya.Baca: Wisata di Kudus Belum Terapkan PeduliLindungiSementara Camat Jekulo Wisnubroto Purnawarman Jayawardana mengungkapkan pihaknya kini terus menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan di fasilitas publik. Seperti mencuci tangan yang baik, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.Sejumlah kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan juga terus dimonitoring dan dipantau. Pembatasan-pembatasan untuk mencegah penularan juga akan diterapkan guna menjaga status zona hijau di kecamatan tersebut.“Selain menegakkan prokes, kami juga terus menggencarkan vaksinasi di Jekulo karena tak bisa dipungkiri belum semua warga Jekulo sudah divaksin, karena itu kami imbau warga tetap berprokes dan mau divaksin,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler