Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera fokus untuk menggaet investor dari luar daerah, untuk membangun di Kudus. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan sekaligus menggulirkan roda perekonomian di Kota Kretek setelah lesu diterpa lonjakan kedua Covid-19.

“Kami akan menggaet investor lagi untuk pemulihan ekonomi di Kudus ini,” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Sabtu (25/9/2021).

Diakui Hartopo, selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak lahan  di Kudus yang mangkrak dan tak terlirik oleh investor.

Oleh karenanya, ketika kasus Covid-19 di Kudus mulai melandai, pemkab akan berupaya menggandeng investor. “Sehingga nanti ada ikon-ikon baru di Kudus,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap warga Kudus bisa terus patuh dengan penerapan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Dengan begitu kasus bisa terus melandai dan kita akan fokus ke pemulihan ekonominya,” terangnya.
“Dengan begitu kasus bisa terus melandai dan kita akan fokus ke pemulihan ekonominya,” terangnya.Data dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi di Kabupaten Kudus hingga Agustus 2021 baru 50 persen. Yakni sebesar Rp 3,5 trilun dari total target yang diinginkan sebesar Rp 7 triliun.Untuk meningkatkannya, Pemkab Kudus kini tengah merampungkan Perda Tata Ruang untuk mempermudah investasi di Kota Kretek. Namun tetap dengan aturan yang dianjurkan.Sementara di sektor usaha kecil, DPMPTSP mencatat jumlah pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) di Kabupaten Kudus tumbuh sebesar 300 persen atau sekitar 1.800 UMKM baru selama masa pandemi Covid-19 ini. Usaha di sektor kuliner adalah yang paling banyak bertambah. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler