Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan jika mulai banyak warga Kabupaten Kudus yang mulai lupa dengan adanya peristiwa G30S PKI yang terjadi di tanggal 30 September 1965.

Hal tersebut, dikarenakan minimnya kesadara masyarakat untuk memasang bendera setengah tiang pada Kamis kemarin.

“Dari Pemkab Kudus sendiri sudah melakukan sosialisasi dan membuat surat edaran yang kemudian diteruskan ke tingkat RT dan RW. Namun memang sekali lagi itu adalah kesadaran masyarakat sendiri,” kata Hartopo usai  memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Jumat (1/10/2021).

Oleh karena itulah, perlu adanya evaluasi untuk kembali meningkatkan kesadaran di masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi tersebut.

Dengan setidaknya, mengibarkan bendera setengah tiang di tanggal 30 September dan bendera penuh di tanggal 1 Oktober.

“Masa iya harus dioyak terus sampai ke bawah, harusnya kepala desanya aktif yang mengkoordinasi di tingkat RT,” ujarnya.

Baca: 30 September, Bendera Setengah Tiang Berkibar di KudusHartopo sendiri cukup menyayangkan minimnya animo warga Kudus untuk memasang bendera setengah tiang. Oleh karenanya pihaknya berharap ada peningkatan kurikulum pendidikan di mana sejarah tersebut bisa terus diajarkan.Sehingga generasi selanjutnya tetap mengenal peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI.“Bisa juga dengan terus mempertontonkan videonya, sehingga sejarah ini bisa diingat terus dan sebagai masyarakat bisa mengenang perjuangan para pahlawan,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler