Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sejumlah pelajar kelas VI Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Gribig Kudus, diajak untuk mengenal dan mencintai batik. Mereka bahkan diajari secara langsung membuat batik dengan cap sendiri di Griya Batik Alfa Shofa, Sabtu (2/10/2021).

Mereka, didampingi dengan satu orang mentor untuk mengarahkan proses pembatikannya.

Pemilik Alfa Shofa, Ummu Asiyati mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan batik di Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini kepada kalangan muda. Terlebih minat menjadi seorang pembatik saat ini mulai menurun.

“Ini kami lakukan dalam rangka memperingati hari membatik yang jatuh pada hari ini,” kata Ummu di sela kegiatan tersebut.

Ummu sendiri, lebih memilih metode batik cap dikarenakan caranya yang sangat mudah. Anak-anak, lanjut dia, juga diakui cukup antusias. Walau memang dalam praktiknya masih butuh seorang mentor.

“Mereka kami ajari cara membuat batik cap, itu metode yang paling gampang bagi usia mereka,” ujar dia.

Baca: Emak-Emak di Kudus Diajari Cari Duit dari Batik

Motif-motif lucu, juga dipakai dalam pembuatan batik tersebut. Ummu berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini generasi-generasi muda bisa melirik kembali untuk melestarikan batik. Terlebih batik khas Kudus.

“Sehingga banyak penerus di masa depan, setidaknya ini nanti batik mereka kan bisa dibuat seragam, mereka akan bangga memakainya karena itu buatan mereka juga,” jelas dia.Khaubaib Imadudien, salah satu siswa yang mengikuti acara tersebut pun mengaku senang dan menikmati selama proses membatik. Hanya memang, kata dia, membatik cap tak semudah yang dipraktikkan.“Ada yang blobor tadi, tapi seru karena temannya juga banyak,” kata dia.Dia pun menginginkan batik yang dicapnya bersama teman-temannya bisa untuk dijadikan seragam kelas, sehingga bisa bermanfaat. “Jadi tidak cuma dibatik saja, tapi dipakai,” tandasnya.Siswa lainnya,Taufiq Pria juga merasakan hal yang sama. Dia mengatakan jika membatik sebenarnya cukup susah tapi sangat menyenangkan jika hasilnya nampak bagus.“Ini nanti akan dibuat baju batik, jadi buatan sendiri juga dipakai sendiri nanti,” ungkap dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler