Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Namanya Fikri Hanif Wijaya, pemuda 24 tahun lulusan UII Yogyakarta angkatan 2015 ini membuat kursi roda elektrik karena kebosanannya menganggur.

Bermodalkan nekat, dia kemudian mencari donator untuk membiayai risetnya tersebut. Hingga kemudian bisa mengembangkannya sedikit demi sedikit.

Hasilnya, sebuah kursi roda bermesin lengkap dengan bangku hidrolis tercipta.

Fikri menyebut, bukan kali pertama ini dia mencoba untuk membuat kursi roda elektrik. Ketika masih kuliah, dia sempat mengikuti pertukaran pelajar di Thailand dan mengembangkan ide tersebut di sana.

Setelah lulus dan pulang ke kampung halamannya di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, dia pun mencoba lagi idenya tersebut di sana. Ide tersebut kemudian berjalan mulus ketika donator berdatangan dan mau membiayai riset tersebut.

“Awal 2020 kemarin saya dan teman saya buat di Yogyakarta. Cuma kemarin saat PPKM akhirnya gabut (tak punya kerjaan, red) dan muncul ide kalau kami buat lagi enak nih. Lalu jalanlah proyek ini,” kata Fikri, Rabu (13/10/2021).

Biaya yang dihabiskan pun bisa dibilang lumayan banyak. Yakni sekitar Rp 18 juta. Biaya itu, untuk membeli berbagai part kursi roda tersebut yang sebagian besar berasal dari luar negeri.

“Karena dari dalam negeri susah dapat sperpat-nya, maka kami cari dari luar negeri. Kebanyakan memang dari China, termasuk mekanik, muatan elektrik, baterai, dan hidrolisnya,” ungkap dia.Pengerjaan kursi roda sendiri, sambung dia, memakan waktu kurang lebih satu bulan. Waktu tersebut, sudah termasuk melakukan riset, mendesain, hingga menunggu komponennya datang.“Kursi roda ini bisa belok, maju, dan mundur,” ungkap dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha https://www.youtube.com/watch?v=C6Y2_7nHJi4

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler