Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus kini sudah tidak memiliki desa dengan status zona oranye penularan Covid-19. Bahkan sebagian besar-besar desa di Kota Kretek berada di zona hijau, atau tak ditemukan kasus penularan. Tak ada lagi desa zona merah di Kudus.

Sebelumnya, Kabupaten Kudus masih menyisakan dua desa berstatus zona oranye (risiko sedang, red) di beberapa pekan ke belakang.

“Namun sekarang sudah tidak ada zona oranye, hampir semuanya hijau dan masih ada beberapa yang kuning (risiko rendah, red),” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (20/10/2021).

Untuk desa dengan status zona kuning sendiri tersisa sepuluh desa. Yakni di Desa Glagahwaru, Undaan Kidul, Ngembalrejo, Pasuruhan Lor, Demaan, Klumpit, Puyoh, Gebog, Jurang, dan Tergo.

“Walau demikian kami berharap masyarakat Kudus bisa terus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca: Tegal dan Semarang Level 1, Ini Daftar Lengkap PPKM di Jateng

Penerapan protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Dengan begitu kasus bisa terus ditekan sehingga pemulihan ekonomi bisa terus berjalan,” kata dia.Walau tak ada lagi desa berstatus zona oranye, Hartopo menyebut Kabupaten Kudus masih anteng di PPKM Level 3 dalam update terbarunya. Hal tersebut dikarenakan capaian vaksinasi di Kota Kretek masih rendah, terutama pada kategori lanjut usia (lansia).Baca: Update Vaksinasi Kudus: Dosis Satu 48 Persen, Suntikan Kedua 27 PersenHartopo pun berharap pihak swasta bisa turut menyukseskan vaksinasi dengan menggalakkan vaksinasi massal. Sehingga capaian vaksinasi di semua kategori, khususnya lansia dan masyarakat umum bisa terangkat.“Kami memang kekurangan vaksinator, diharapkan pihak swasta bisa mengakomodir ini dan bisa menggalakkan vaksinasi massal juga,” pungkas Hartopo. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler