Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan kesanggupannya untuk memberdayakan santri-santri di Kudus. Terlebih, Kudus sendiri juga memiliki julukan sebagai Kota Santri.
“Tentu dari Pemerintah Kabupaten Kudus terus mendukung dan mendorong pesantren ini untuk meningkatkan koordinasi dengan pemkab untuk membangun Kudus,” kata Bupati Kudus HM Hartopo usai menggelar apel Hari Santri Nasional di pendapa, Jumat (22/10/2021).
Dinas Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pun telah ditunjuk untuk memberdayakan santri. Sehingga ketika santri-santri memiliki progam bisa dikomunikasikan dengan dua bagian tersebut.
“Nanti lewat sana, semua sudah ada pengondisian di sana, lewat penganggaran-penganggaran progam selama ini,” ujarnya.
Pemkab Kudus sendiri, sambung Hartopo tengah menggodok Perda Pesantren. Dengan harapan santri-santri di Kudus juga terus dan semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Upacara Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Pemkab Kudus, Jumat (20/10/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan kesanggupannya untuk memberdayakan santri-santri di Kudus. Terlebih, Kudus sendiri juga memiliki julukan sebagai Kota Santri.
“Tentu dari Pemerintah Kabupaten Kudus terus mendukung dan mendorong pesantren ini untuk meningkatkan koordinasi dengan pemkab untuk membangun Kudus,” kata Bupati Kudus HM Hartopo usai menggelar apel Hari Santri Nasional di pendapa, Jumat (22/10/2021).
Dinas Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pun telah ditunjuk untuk memberdayakan santri. Sehingga ketika santri-santri memiliki progam bisa dikomunikasikan dengan dua bagian tersebut.
“Nanti lewat sana, semua sudah ada pengondisian di sana, lewat penganggaran-penganggaran progam selama ini,” ujarnya.
Pemkab Kudus sendiri, sambung Hartopo tengah menggodok Perda Pesantren. Dengan harapan santri-santri di Kudus juga terus dan semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
“Saat ini masih dalam pembahasan, nanti kalau sudah dok, diharapkan bisa meningkatkan kualitas para santri,” paparnya.
Hartopo mengajak para santri di Kudus dan masyarakat Kudus untuk memaknai Hari Santri ini sebagai hari untuk mengenang para pahlawan santri. Terutama para santri yang gugur saat merebut kemerdekaan Indonesia.
“Tema tahun ini adalah Santri Siaga Jiwa Raga, artinya santri juga siap berperan serta dalam membantu kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha