Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah wilayah rukun tetangga (RT) di Kabupaten Kudus yang masih berstatus zona oranye penyebaran Covid-19 hanya tersisa tiga titik saja, dari total RT keseluruhan yakni sebanyak 3.778 RT.

Meski demikian masih ada 136 RT yang statusnya kini masih berada di zona kuning. Namun secara umum tidak ada RT dengan zona merah di Kudus.

”Hampir semuanya kini berstatus zona hijau atau tidak terdampak walau ada sekitar 136 RT yang masih berstatus zona kuning. Tiga RT tersebut ada di Kecamatan Kota,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Kamis (28/10/2021).

Sementara untuk skala desa, Kabupaten Kudus kini tak lagi memiliki desa dengan status zona oranye. Untuk zona kuning sendiri, kini hanya tersisa delapan titik saja.

Yakni di Desa Tergo Kecamatan Bae, Desa Jurang Kecamatan Gebog, Desa Hadiwarno di Kecamatan Mejobo, Desa Wergu Kulon dan Damaran di Kecamatan Kota, dan Desa Kutu, Sambung, Lambangan di Kecamatan Undaan.

“Semenatar 124 desa lainnya sudah berstatus zona hijau,” kata Badai.

Walau telah menunjukkan sebaran yang aman, Badai berharap masyarakat tidak mengendorkan disipilin protokol kesehatannya. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Walau telah menunjukkan sebaran yang aman, Badai berharap masyarakat tidak mengendorkan disipilin protokol kesehatannya. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.“Karena baru itu satu-satunya cara untuk kita terhindar dari virus corona,” lanjut dia.Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa terus berpartisipasi untuk menyukseskan progam vaksinasi. Ketika semuanya bersemangat, maka bukan tidak mungkin kekebalan masyarakat segera terbentuk.“Kami dari pemerintah berupaya penuh untuk mencapai itu, kami juga mendorong pihak swasta untuk bisa melakukan percepatan vaksinasi,” tandasnya.Untuk sebaran Covid-19 per Rabu (27/10/2021) kemarin masih tersisa sebanyak delapan kasus. Di mana tujuh di antaranya menjalani perawatan dan satu lainnya menjalani isolasi mandiri. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler