Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sampah berupa ranting, bambu, dan perabot rumah tangga lagi-lagi mampir ke aliran Sungai Piji di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (5/11/2021).

Kejadian seperti ini terus berulang setiap tahun kala daerah atas atau tepatnya di Kecamatan Dawe diguyur hujan deras. Ranting-ranting dan sampah rumah tangga lainnya nyangkut di antara tiang penyangga jembatan di sungai itu.

Bupati Kudus HM Hartopo mengharapkan kesadaran masyarakat atas untuk membuang sampah utamanya sampah ranting ke sungai.

Hartopo mengatakan akan sangat percuma jika kerja bakti membersihkan ranting terus dilakukan tapi cara membuangnya justru dihanyutkan ke sungai.

“Ya inilah saya minta kesadaran masyarakat. Ketika sudah berbondong-bondong membersihkan ranting, tapi kesadaran masyarakat membuang ranting seenaknya sendiri ya akibatnya seperti ini lagi,” kata Hartopo, Jumat (5/11/2021).

Pihaknya pun berharap kejadian tahun-tahun sebelumnya bisa dijadikan pembelajaran bagi semua pihak. Sehingga semua elemen bisa saling bahu membahu menjaga dan merawat lingkungan tempat mereka berada.

Baca: Awas Banjir! Sampah Menumpuk di Sungai Piji 1 Kudus

Kepala Desa Kesambi M Masri mengatakan, penumpukan sampah ranting sebenarnya sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Kemudian diperparah dengan hujan deras semalam, sampai akhirnya sampah ranting menumpuk.“Awalnya jumlahnya tidak begitu banyak. Mulai semalam itu aliran sungai membawa cukup banyak sampah. Sehingga banyak menumpuk di jembatan satu, dua, tiga, hingga jembatan empat,” terangnya.Pihaknya kini tengah berupaya mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membantu dalam pembersihan sungai dengan menggunakan alat berat.Pasalnya, sampah cukup banyak dan batang pohon besar menyangkut tidak dimungkinkan untuk dibersihkan secara manual.“Kalau dilakukan manual, tenaga cukup berat. Karena itu juga campur lumpur, terus pohonnya besar besar, tadi kami lihat ada pohon randu, pohon kelapa. Bisanya menggunakan alat berat,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler