Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus berencana melakukan tes antibodi acak. Ini dilakukan usai capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kudus tembus 70 persen.

Dari tes ini nantinya diketahui apakah sudah terbentuk kekebalan kelompok di Kudus atau belum.

Sasarannya, adalah sepuluh persen dari populasi penduduk di Kabupaten Kudus. Mereka yang dites adalah orang-orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19.

“Pengetesan antibodi ini diperlukan untuk melihat apakah suatu wilayah ini sudah kebal dari Covid-19 atau belum” kata Kepala DKK Kudus  Badai Ismoyo, Kamis (11/11/2021).

Hanya memang, kata Badai, pihaknya belum memiliki alat tersebut. Namun, DKK telah menganggarkan pembelian alat itu di Perubahan APBD 2022 ini. Termasuk di antaranya adalah pembelian dua unit alat PCR beserta reagennya.

“Ini untuk jangka panjang. Memang sejumlah rumah sakit swasta punya, tapi warga harus bayar untuk pengecekan antibodinya. Sementara kalau pemerintah daerah punya, itu bisa ditanggung pemerintah,” kata Badai.

Baca: Siap-Siap, Belum Vaksinasi Kena Covid-19 Biaya RS Ditanggung Sendiri

Sembari menunggu kepastian terkait pembelian alat tersebut, DKK kini tengah melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi semua kategori.Hingga awal pekan ini sendiri, capaian vaksinasi dosis pertama berada di angka 60 persen. Sementara dosis dua berada di angka 40 persen.Badai mengingatkan, vaksinasi bukanlah hal utama untuk mencegah seseorang tertular Covid-19. Penerapan protokol kesehatan harus terus ditegakkan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.Badai mengatakan, saat ini bukan saatnya untuk mengendurkan pemakaian masker hingga mencuci tangan dan menjaga jarak. Mengingat libur Natal dan Tahun Baru diprediksi menjadi potensi lonjakan kasus.“Penerapan protokol kesehatannya jangan sampai kendor walau Kudus kini tengah landai kasus Covid-19-nya,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler