Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Lokalisasi Mojodadi Kudus yang terkenal di era sebelum reformasi  kini telah berganti wajah. Tanpa meninggalkan namanya, warga setempat membubuhkan imbuhan farm di belakangnya dan menjadikannya lahan peternakan bersama.

Total, kini ada 30-an peternak dengan belasan kandang yang didirikan kawasan yang kini di-branding Mojodadi farm tersebut. Ada yang beternak kambing, domba, kerbau, hingga ayam di lahan seluas dua hektare yang terletak di di RT 4/RW 7 Dukuh Sukoharjo, Desa Gribig, Gebog, Kudus itu.

Pemerintah setempat pun mengapresiasi langkah dari pemerintah desa. Begitu pula dengan para peternak yang serius ingin mengubah citra kawasan suram tersebut dengan menjadikannya sentra ternak.

“Tempat ini dulu sangat dipandang negatif ya hingga akhirnya dirobohkan dan akhirnya berdiri sentra ternak di tahun 2019 lalu,” kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Agus Setiawan, Sabtu (27/11/2021).

Dia pun memaparkan jika Desa Gribig memang punya potensi untuk menjadi sentra ternak. Karena pada dasarnya, banyak warganya yang memelihara beraneka hewan ternak.

Namun saat itu, mereka masih memeliharanya di rumah. Sehingga tidak tersentral.

“Akhirnya dari kami yang kebetulan juga melakukan pembinaan di wilayah ini menyarankan agar dibentuk wadahnya ya tempat dan asosiasinya jadi satu, karena akan efektif dan efisien bila pendampingan dilakukan secara komunal,” lanjut Agus.

Baca: Mojodadi, Lokalisasi Kondang di Kudus yang Jadi Sentra Wedus
Baca: Mojodadi, Lokalisasi Kondang di Kudus yang Jadi Sentra WedusAgus menambahkan, ketika pembinaan dilakukan di satu tempat, semua hal yang berkaitan dengan hewan ternak para peternak bisa terkontrol dengan cepat. Pun dengan komunikasi sesama peternak juga lebih enak.“Akhirnya kami ikut merumuskan dengan pemerintah desa dan kemudian menyetujui ini dan jadilah ini, lokalisasi ternak,” tuturnya.Di awal pembentukan sendiri, hanya ada enam orang peternak dengan ternak ayam petelurnya yang membuat kandang.Kemudian semakin ke sini semakin bertambah. Hingga akhirnya ada 30-an peternak lebih yang bergabung di kelompok ternak ini.“Dari kami mendorong dan akan membantu memfasilitasi mereka untuk mengembangkannya ke sentra pertanian dan peternakan organik ya, jadi kotoran ternak mereka akan menjadi pupuk bagi pertanian,” pungkas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler