Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memperketat pengawasan pada orang-orang luar daerah yang masuk Kota Kretek. Satuan kecil di tingkat masyarakat, yakni RT pun diminta memperketat pengawasannya.

Pengetatan pengawasan tersebut dilakukan untuk menghindari adanya penularan Covid-19 dari luar daerah Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan, banyak warga luar daerah yang kucing-kucingan saat berkunjung ataupun pulang ke Kudus. Sehingga pengawasan di tingkat tersebut perlu ditingkatkan.

“Karena kucing-kucingan, yang paling tahu kan tetangganya ini, nah Pak RT harus bisa selalu memantau dan memonitoring mereka,” kata Hartopo, Senin (13/12/2021).

Pengefektifan tracing, testing, dan tracking pun akan lebih ditingkatkan kembali. Jika memang didapati hasilnya positif Covid-19, maka akan diberlakukan karantina bilamana diperlukan.

Baca: Belasan Ribu Vaksin AstraZeneca di Kudus Hampir Kedaluwarsa

Walau demikian, Kudus sendiri tidak akan melakukan pembatasan-pembatasan di perbatasan kabupaten. Hanya, koordinasi dengan TNI-Polri akan ditingkatkan kembali. Terutama terkait pengetatan pemantauan.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyiapkan setidaknya 60 ribu rapid antigen untuk proses tracing dan tracking baik acak maupun penulusuran kontak di Kota Kretek selama libur Natal dan Tahun Baru.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyiapkan setidaknya 60 ribu rapid antigen untuk proses tracing dan tracking baik acak maupun penulusuran kontak di Kota Kretek selama libur Natal dan Tahun Baru.Pihak DKK sendiri, memang akan menggencarkan pengetesan acak. Dengan begitu, lonjakan kasus bisa ditekan sejak dini.“Stok (rapid antigen) kami masih aman, itu dilakukan untuk menemukan kasus-kasus baru kemudian segera diberi perawatan untuk memutus mata rantai penularan,” kata Kasi Surveilans dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad.Baca: Kudus Siapkan Puluhan Ribu Antigen untuk Libur NataruAniq mengatakan, masyarakat tak perlu risau bila menghadapi hal tersebut. Asal tetap menjalankan protokol kesehatan, maka tetap akan terhindar dari penularan virus tersebut. Apalagi bila yang bersangkutan telah menjalani vaksinasi.“Namun kami ingatkan kembali penerapan prokesnya seperti memakai masker dan menjaga jarak haru selalu dilakukan, jangan setengah-setengah,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler