Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus belum menemukan adanya indikasi lonjakan pemudik yang masuk ke Kabupaten Kudus hingga pekan ini. Walau demikian, pengetatan pengawasan pada pemudik tetap akan dilakukan. Terlebih menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Pengetatan pengawasan tersebut dilakukan untuk menghindari adanya penularan Covid-19 dari luar daerah Kudus.

Mengingat banyak warga-warga luar daerah yang kucing-kucingan saat berunjung ataupun pulang ke Kudus. Sehingga pengawasan di tingkat tersebut perlu ditingkatkan.

“Kalau laporan sampai saat ini belum ada, hanya akan terus kami pantau,” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Sabtu (18/12/2021).

Pihaknya pun telah menginstruksikan kepada semua camat di Kudus untuk menyiagakan satuan terkecil di tingkat desa, yakni RT untuk selalu berjaga-jaga dan melaporkan. Utamanya bila ada orang asing maupun warga yang mudik.

“Kalau kepala desa kan bisa kecolongan itu, kalau Pak RT kan tahu, jadi harus siaga itu dan dilaporkan siapa yang mudik,” ujarnya.

Baca: Hartopo Akan Larang Orang Luar Kota Piknik di Kudus di Tanggal-Tanggal Ini

Pengefektifan tracing, testing, dan tracking pun akan lebih ditingkatkan kembali. Utamanya pada mereka yang mudik. Jika memang didapati hasilnya positif Covid-19, maka akan diberlakukan karantina bilamana diperlukan.Baca: Kudus Bakal Tutup Wisata saat Nataru Jika Hal Ini TerjadiWalau demikian, Kudus sendiri tidak akan melakukan pembatasan-pembatasan di perbatasan kabupaten. Hanya, koordinasi dengan TNI Polri akan ditingkatkan kembali. Terutama terkait pengetatan pemantauan.Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyiapkan setidaknya 60 ribu rapid antigen untuk proses tracing dan tracking baik acak maupun penulusuran kontak di Kota Kretek selama libur Natal dan Tahun Baru.Pihak DKK sendiri, memang akan menggencarkan pengetesan acak. Dengan begitu, lonjakan kasus bisa dilakukan sejak dini. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler