Skrining Vaksinasi Anak di Kudus Diminta Dimaksimalkan
Anggara Jiwandhana
Rabu, 29 Desember 2021 14:57:27
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menginstruksikan untuk pemaksimalan skrining sebelum vaksinasi Covid-19, utamanya pada vaksinasi anak. Sehingga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Jombang, Jawa Timur di mana satu anak meninggal usai vaksin.
“Skriningnya memang harus dimaksimalkan, skrining ini paling penting,” kata Hartopo, Rabu (29/12/2021).
Selain meminta nakes untuk melakukan skrining, para anak-anak juga diharapkan jujur ketika ditanya riwayat penyakitnya oleh nakes. Jika diperlukan, saat skrining bisa didampingi orang tua untuk mengetahui riwayat penyakit anak.
“Jadi kalau memang tidak bisa disuntik vaksin ya jangan disuntik dulu,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi menyampaikan jika Kabupaten Kudus sendiri menggunakan vaksin jenis Sinovac dalam vaksinasi anak.
Vaksin tersebut, merupakan vaksin rekomendasi sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) yang berlaku.
Baca: Kudus Batal Pakai Novavax untuk Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Ini Sebabnya
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Skrining vaksinasi anak di Kudus beberapa baru-baru ini. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menginstruksikan untuk pemaksimalan skrining sebelum vaksinasi Covid-19, utamanya pada vaksinasi anak. Sehingga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Jombang, Jawa Timur di mana satu anak meninggal usai vaksin.
“Skriningnya memang harus dimaksimalkan, skrining ini paling penting,” kata Hartopo, Rabu (29/12/2021).
Selain meminta nakes untuk melakukan skrining, para anak-anak juga diharapkan jujur ketika ditanya riwayat penyakitnya oleh nakes. Jika diperlukan, saat skrining bisa didampingi orang tua untuk mengetahui riwayat penyakit anak.
“Jadi kalau memang tidak bisa disuntik vaksin ya jangan disuntik dulu,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi menyampaikan jika Kabupaten Kudus sendiri menggunakan vaksin jenis Sinovac dalam vaksinasi anak.
Vaksin tersebut, merupakan vaksin rekomendasi sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) yang berlaku.
Baca: