MURIANEWS, Kudus – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kudus mengalami pertumbuhan pada triwulan ketiga tahun 2021 ini. Yakni sebesar 2,77 persen.
Walau tak sesuai targetnya, yakni sebesar 3,1 persen, jumlah tersebut dirasa jauh lebih baik bila diingat Kudus berangkat dari minus 3,53 persen di tahun 2020 lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Samani Intakoris menyampaikan hal tersebut. “Kami terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus,” kata dia, Kamis (30/12/2021).
Dari sisi pendapatan daerah, dengan target Rp 1,98 triliun, Pemkab Kudus berhasil merealisasikan sebesar Rp 1,87 triliun. Sementara dari sisi belanja yang targetnya sebesar adalah Rp 2,27 triliun, kini telah terealisasi sebesar 56,71 persen.
Pada tahun 2022 sendiri, Pemkab Kudus tetap akan menggenjot laju pertumbuhan ekonomi. Namun tetap tidak akan mengesampingkan adanya varian baru Omicron.
Samani menilai, hal tersebut lah yang harus diwaspadai. Mengingat adanya varian baru tersebut bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus yang saat ini tengah positif.
“Tentunya kami tidak ingin kembali pertumbuhan ini berkontraksi ke negatif seperti tahun sebelumnya,” terangnya.
Baca: Maling di Kudus Berdoa Sebelum Kuras Kotak Amal di Warung
Baca: Maling di Kudus Berdoa Sebelum Kuras Kotak Amal di WarungOleh karena itu, Pemkab akan terus memberikan edukasi ke masyarakat agar selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.Tim pemantau penerapan PPKM di Kabupaten Kudus juga akan meningkatkan patroli guna mendongkrak tingkat kepatuhan warga Kudus.Kemudian dari segi ekonomi, Pemkab Kudus akan berupaya menjaga kebutuhan pokok masyarakat agar tetap terpenuhi dengan sejumlah cara. Mulai dari menjamin ketersediaan hingga menjaga agar harganya tetap bisa terjangkau.Para pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi kemudian akan dibina. Warga yang sudah mendapat pelatihan baru akan didampingi guna menyiapkan usaha barunya, dan mereka yang sudah memiliki usaha akan dorong lagi supaya meningkatkannya.“Iklim usaha dan produktivitas ekonomi yang meningkat, tentunya bisa mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sedangkan tingkat kemiskinan juga ditarget bisa turun, termasuk tingkat pengangguran terbuka,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_261512" align="alignleft" width="1280"]

Sekda Kudus Samani Intakoris. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kudus mengalami pertumbuhan pada triwulan ketiga tahun 2021 ini. Yakni sebesar 2,77 persen.
Walau tak sesuai targetnya, yakni sebesar 3,1 persen, jumlah tersebut dirasa jauh lebih baik bila diingat Kudus berangkat dari minus 3,53 persen di tahun 2020 lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Samani Intakoris menyampaikan hal tersebut. “Kami terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus,” kata dia, Kamis (30/12/2021).
Dari sisi pendapatan daerah, dengan target Rp 1,98 triliun, Pemkab Kudus berhasil merealisasikan sebesar Rp 1,87 triliun. Sementara dari sisi belanja yang targetnya sebesar adalah Rp 2,27 triliun, kini telah terealisasi sebesar 56,71 persen.
Pada tahun 2022 sendiri, Pemkab Kudus tetap akan menggenjot laju pertumbuhan ekonomi. Namun tetap tidak akan mengesampingkan adanya varian baru Omicron.
Samani menilai, hal tersebut lah yang harus diwaspadai. Mengingat adanya varian baru tersebut bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus yang saat ini tengah positif.
“Tentunya kami tidak ingin kembali pertumbuhan ini berkontraksi ke negatif seperti tahun sebelumnya,” terangnya.
Baca: Maling di Kudus Berdoa Sebelum Kuras Kotak Amal di Warung
Oleh karena itu, Pemkab akan terus memberikan edukasi ke masyarakat agar selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Tim pemantau penerapan PPKM di Kabupaten Kudus juga akan meningkatkan patroli guna mendongkrak tingkat kepatuhan warga Kudus.
Kemudian dari segi ekonomi, Pemkab Kudus akan berupaya menjaga kebutuhan pokok masyarakat agar tetap terpenuhi dengan sejumlah cara. Mulai dari menjamin ketersediaan hingga menjaga agar harganya tetap bisa terjangkau.
Para pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi kemudian akan dibina. Warga yang sudah mendapat pelatihan baru akan didampingi guna menyiapkan usaha barunya, dan mereka yang sudah memiliki usaha akan dorong lagi supaya meningkatkannya.
“Iklim usaha dan produktivitas ekonomi yang meningkat, tentunya bisa mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sedangkan tingkat kemiskinan juga ditarget bisa turun, termasuk tingkat pengangguran terbuka,” pungkasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha