Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pada Bulan Desember 2021 kemarin mengalami inflasi sebesar 0,50 persen. Dengan indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 106,32.

Pemicu inflasi pada bulan Desember sendiri dikarenakan hampir semua indeks kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Di antaranya kelompok pengeluaran kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,48 persen.

Kemudian kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,52 persen, kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/ Restoran sebesar 0,26 persen, dan kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,25 persen.

Baca juga: Kudus Alami Inflasi 0,31 Persen Pada November

“Selain itu kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dan kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,1 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kudus Rahmadi Agus Santosa, Rabu (5/1/2022).

Pihaknya pun merincikan, ada sejumlah komoditas utama dalam kelompok-kelompok tersebut yang menjadi penyebab utama Kudus alami inflasi.

“Yakni telur ayam ras, cabe merah, daging ayam ras, cabe rawit, bawang merah, ayam goreng, sabun detergent, beras, minyak goreng dan pipa,” imbuhnya.Rahmadi menambahkan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2021 sebesar 1,59 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) juga sebesar 1,59 persen.Sebagai pembanding, semua kota pembanding di Jawa Tengah juga mengalami inflasi. Dengan rincian Kota Cilacap sebesar 0,82 persen, Kota Purwokerto sebesar 0,74 persen, Kota Surakarta sebesar 0,71, KotaTegal sebesar 0,66 persen, dan Kota Semarang sebesar 0,60 persenSementara Jawa Tengah pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,64 persen dengan indeks harga sebesar 107,70 sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dengan indeks harga sebesar 107,66. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler