Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Bencana banjir terjadi di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Sekitar 200an rumah warga di RW 6 desa setempat terendam banjir.

Musibah itu terjadi sejak Rabu (19/1/2022) pukul 23.00 WIB. Bencana terjadi akibat luapan Sungai Mrisen Kecamatan Mejobo karena tak mampu menampung air saat curah hujan tinggi.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo menyampaikan, banjir limpasan di Desa Golantepus memang terjadi di tiap musim penghujan. Kondisi geografis yang diapit dua aliran sungai jadi penyebab utamanya.

Kondisi tersebut diperparah dengan keadaan tanggul yang rendah dan pintu air yang rusak. Sehingga kerap terjadi limpasan karena daya tampung air berlebihan.

"Akhirnya tiap tahun langganan banjir terus, untuk kali ini ada sekitar 250 kk yang terdampak, kata Budi, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Tanggul Sungai Jebol, Puluhan Rumah Warga Pladen Kudus Sempat Tergenang Banjir

Walau demikian, Budi menyampaikan kondisi di pagi ini air yang menggenangi rumah warga sudah mulai surut.

Ketinggian air, berkisar di 5 sampai 10 centimeter. Namun, ada juga rumah warga yang masih tergenang dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter.
Ketinggian air, berkisar di 5 sampai 10 centimeter. Namun, ada juga rumah warga yang masih tergenang dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter."Air saat ini sudah mulai surut, karena memang banjir limpasan, beberapa warga juga mulai membersihkan rumahnya," imbuhnya.Agar tidak terjadi banjir limpasan kembali, pihaknya akan segera berkoordinasi untuk membangun tanggul darurat guna mencegah air meluap. Perbaikan pada sejumlah pintu air juga diharapkan bisa segera dilakukan.Di musim penghujan seperti ini, Budi menyampaikan agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.Antisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Sehingga ketika terjadi bencana alam yang tiba-tiba dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya," pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler