MURIANEWS, Kudus – Bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Kudus. Tak tanggung-tanggung ada lima lokasi di dua kecamatan yang mengalami bencana tanah longsor itu.
Adapun, lima lokasi tersebut berada di Dukuh Pandak dan Dukuh Kombang Desa Colo, Kecamatan Dawe pada Rabu (19/1/2022) malam.
Kemudian Dukuh Mereng Wetan Desa Kajar, Dukuh Kambangan Desa Menawan Kecamatan Gebog dan Dukuh Japan Desa Japan Kecamatan Dawe Kamis (20/1/2022) dini hari.
Peristiwa itu diakibatkan tingginya curah hujan yang mengguyur di Kabupaten Kudus dalam beberapa hari terakhir ini.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, akibat peristiwa itu terdapat kerugian material lantaran tanah longsor itu menimpa rumah warga.
Baca juga: Tanah Longsor di Japan Kudus Akses Warga Sempat Tertutup“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya ada sejumlah kerugian materi karena longsoran tanah mengenai sebagian bangunan rumah,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Kudus Budi Waluyo, Kamis (20/1/2022).
Lebih rinci, lebaran Budi mengatakan dalam lima peristiwa longsor tersebut, empat di antaranya memang menimpa sebagian rumah warga. Sementara satu peristiwa longsor lainnya, berada di samping pekarangan warga.
“Ada yang menimpa dinding, atap, hingga dapur dari rumah, kerugiannya jika ditotal bisa jutaan rupiah,” imbuhnya.Atas kejadian-kejadian tersebut, BPBD dan warga setempat lantas melakukan pembersihan pada sisa-sisa longsoran yang menimpa rumah warga.Di musim penghujan seperti ini, Budi menyampaikan agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.Antisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Sehingga ketika terjadi bencana alam yang tiba-tiba dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya," pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi
[caption id="attachment_266682" align="alignleft" width="1600"]

Rumah milik Sutir di Dukuh Kambangan Menawan Dawe tertimpa longsoran tanah, semalam (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Kudus. Tak tanggung-tanggung ada lima lokasi di dua kecamatan yang mengalami bencana tanah longsor itu.
Adapun, lima lokasi tersebut berada di Dukuh Pandak dan Dukuh Kombang Desa Colo, Kecamatan Dawe pada Rabu (19/1/2022) malam.
Kemudian Dukuh Mereng Wetan Desa Kajar, Dukuh Kambangan Desa Menawan Kecamatan Gebog dan Dukuh Japan Desa Japan Kecamatan Dawe Kamis (20/1/2022) dini hari.
Peristiwa itu diakibatkan tingginya curah hujan yang mengguyur di Kabupaten Kudus dalam beberapa hari terakhir ini.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, akibat peristiwa itu terdapat kerugian material lantaran tanah longsor itu menimpa rumah warga.
Baca juga: Tanah Longsor di Japan Kudus Akses Warga Sempat Tertutup
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya ada sejumlah kerugian materi karena longsoran tanah mengenai sebagian bangunan rumah,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Kudus Budi Waluyo, Kamis (20/1/2022).
Lebih rinci, lebaran Budi mengatakan dalam lima peristiwa longsor tersebut, empat di antaranya memang menimpa sebagian rumah warga. Sementara satu peristiwa longsor lainnya, berada di samping pekarangan warga.
“Ada yang menimpa dinding, atap, hingga dapur dari rumah, kerugiannya jika ditotal bisa jutaan rupiah,” imbuhnya.
Atas kejadian-kejadian tersebut, BPBD dan warga setempat lantas melakukan pembersihan pada sisa-sisa longsoran yang menimpa rumah warga.
Di musim penghujan seperti ini, Budi menyampaikan agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Antisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Sehingga ketika terjadi bencana alam yang tiba-tiba dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.
“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya," pungkasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi