Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mendata ada ratusan titik di sejumlah tanggul sungai di Kota Kretek perlu ditambal segera.

Bahkan, dari data itu, ada sejumlah titik yang butuh penanganan sesegera mungkin agar tidak jebol. Sebab, risiko kebocorannya sudah parah.

Beberapa tanggul sungai yang mendesak diperbaiki itu berada di Desa Kesambi dan Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo. Kemudian, ada di Desa Pladen Kecamatan Jekulo, dan tanggul di perbatasan Kudus-Demak di Desa Undaan Lor Kecamatan Undaan.

“Kalau berbicara titik ada ratusan yang perlu ditambal, tapi yang paling mendesak adalah kebocoran di tiga tanggul itu tadi,” kata Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi Waluyo, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Bencana Banjir dan Tanah Longsor Hantam Kudus

Untuk solusi penambalan tanggul di perbatasan Kudus Demak, Budi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Demak. Pasalnya, apabila tanggul jebol, yang dirugikan adalah masyarakat Kudus.
Untuk solusi penambalan tanggul di perbatasan Kudus Demak, Budi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Demak. Pasalnya, apabila tanggul jebol, yang dirugikan adalah masyarakat Kudus.“Secara wilayah itu masuk sana, tapi memang kalau sampai jebol yang rugi Kudus. Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah setempat,” imbuhnya.Sementara untuk titik-titik kebocoran lain di wilayah Kudus, Budi menyebut telah mengadukanya ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Hasilnya memang desa diminta untuk menambal secara swadaya terlebih dahulu.“Kalau dari desa mungkin nanti sumber daya manusianya yang agak susah ya, tapi kalau masalah anggaran kalau secara regulasi memungkinkan pasti tetap dianggarkan untuk kedaruratan,” pungkas Budi. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler