Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Bencana yang terjadi selama 2021 di Kabupaten Kudus, mengakibatkan kerugian materi yang cukup tinggi. Bahkan angkanya mencapai Rp 2.419.300.000.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Budi Waluyo menyampaikan, kerugian materi tersebut berasal dari 179 peristiwa kebencanaan.

Adapun, peristiwa kebencanaan yang paling banyak menyumbang kerugian materi adalah peristiwa kebakaran, dengan jumlah kerugian mencapai Rp 1,746 miliar.

Baca juga: Bencana Banjir dan Tanah Longsor Hantam Kudus

“Kami mencatat peristiwa kebakaran terjadi di 27 bangunan, enam lahan tebu, dan 13 peristiwa kebakaran yang membakar barang-barang seperti mobil hingga busa siap jual,” kata Budi Sabtu (29/1/2022).

Penyumbang kerugian materi terbesar kedua, lanjut Budi, adalah peristiwa angin kencang. Peristiwa kebencanaan tersebut, menyumbang kerugian sebesar Rp 271,2 juta.

“Kerugian tersebut berdasar dari 72 peristiwa angin kencang yang membuat 195 rumah rusak dan pohon tumbang yang mengenai kendaraan bermotor hingga menimbulkan kerusakan,” imbuhnya.

Sementara bencana banjir menyumbang kerugian materi sebesar Rp Rp 230 juta. Kerugian tersebut berasal dari 13.236 rumah warga yang terdampak banjir selama 2021.“Untuk peristiwa tanah longsor menyumbang kerugian materi sebanyak Rp 172,1 juta. Jumlah itu dari 15 bangunan yang tertimpa longsor dan mengalami rusak berat,” sambungnya.Di musim penghujan seperti ini, Budi menyampaikan agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih curah hujan di Kabupaten Kudus diperkirakan masih tinggiAntisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Sehingga ketika terjadi bencana alam yang tiba-tiba dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya, kerja bakti juga diharapkan bisa dijalankan bila diperlukan,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler