Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Salah satu investor asing asal Tiongkok kembali melirik Kabupaten Kudus untuk pengembangan lokasi bisnisnya. Kali ini, investor asing itu melirik daerah atas Kota Kretek untuk dijadikan sentra wisata kereta gantung atau gondola.

Adapun lokasi tepatnya adalah di seputaran Desa Ternadi dan Desa Colo di Kecamatan Dawe Kudus serta Desa Rahtawu Kecamatan Gebog.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan hal tersebut, Rabu (2/2/2022). Walau demikian, rencana tersebut masih sebatas ketertarikan dan belum ada Memorandum of Understanding (MoU).

Baca juga: Dua Lahan Kosong dan Pasar Kliwon Kudus Dilirik Investor China, Mau Dijadikan Apa?

“Jadi baru sebatas wacana dan belum ada MoU-nya,” kata Hartopo.

Agar ada langkah lanjutan, Hartopo pun rela menemui mereka ke Jakarta beberapa waktu lalu. Hasil dari pertemuan tersebut adalah pihak investor melakukan survey lokasi terlebih dahulu.

“Ya kami harapkan ini bisa secepatnya karena sampai saat ini memang baru investor asal Tiongkok yang tertarik, yang daerah belum ada,” pungkasnya.
“Ya kami harapkan ini bisa secepatnya karena sampai saat ini memang baru investor asal Tiongkok yang tertarik, yang daerah belum ada,” pungkasnya.Diketahui sebelumnya, sejumlah investor asal Tiongkok juga melirik beberapa lahan mati di Kabupaten Kudus. Beberapa di antaranya juga telah dibuatkan Memorandum of Understanding (MoU) dari pemerintah darah.Adapun, lahan mati yang kini tengah dilirik investor ada di bekas Gedung Pertemuan Ngasirah dan bekas bangunan Mall Matahari yang terbakar pada 2018 silam. Dua-duanya kini berbentuk tanah kosong karena bangunan telah dirobohkan.Selain dua lahan kosong tersebut, pengusaha asal Tiongkok disebut juga berminat untuk membangun Pasar Kliwon menjadi pasar grosir. Mereka, ingin menata kawasan tersebut untuk dijadikan pusat perbelanjaan modern.Hartopo juga turut mengonfirmasi ada satu investor asal Tiongkok yang tertarik masuk ke Kota Kretek. Nominal investasinya pun disebutnya mencapai triliunan rupiah. Investor yang akan bergerak di pengolahan sampah menjadi biogas itupun, telah meneken MoU dengan Pemkab Kudus. Reporter : Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler