Lima Pasien Covid-19 Kudus Tak Punya Riwayat Perjalanan
Anggara Jiwandhana
Rabu, 2 Februari 2022 14:22:13
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menyebut kelima pasien Covid-19 yang terdeteksi tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Pihaknya sudah mengirim sampel untuk diperiksa dengan whole genome sequencing (WGS).
Hasil pemeriksaan sampel tersebut masih belum dikeluarkan dari balitbangkes Kemenkes di Semarang. Sebab, dibutuhkan waktu beberapa hari untuk memeriksa sampel tersebut.
“Untuk Omicron tidaknya belum tahu, namun kami harap tidaklah,” katanya, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: Kasus Covid-19 Muncul Lagi di Kudus, Lima Orang Terkonfirmasi
Adanya lima pasien baru ini membuat kasus Covid-19 muncul lagi di Kabupaten Kudus. Itu setelah sekian bulan Kabupaten Kudus nihil kasus dan kondisi pandemi telah melandai.
Selain lima kasus itu, sebelumnya ada satu orang meninggal dunia karena memiliki komorbid atau penyakit penyerta.
“Hari ini ada lima, kemarin ada yang meninggal satu dan ini perlu diwaspadai,” kata Hartopo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bupati Kudus HM Hartopo (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menyebut kelima pasien Covid-19 yang terdeteksi tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Pihaknya sudah mengirim sampel untuk diperiksa dengan whole genome sequencing (WGS).
Hasil pemeriksaan sampel tersebut masih belum dikeluarkan dari balitbangkes Kemenkes di Semarang. Sebab, dibutuhkan waktu beberapa hari untuk memeriksa sampel tersebut.
“Untuk Omicron tidaknya belum tahu, namun kami harap tidaklah,” katanya, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: