Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sudah melacak kontak erat pada lima pasien Covid-19 dan satu korban Covid-19. Hasilnya, kontak erat lima pasien Covid-19 dinyatakan negatif.

Namun, pada kontak erat pasien yang meninggal dinyatakan positif Covid. Sebabnya, iajuga memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Hasilnya juga negatif semua. Cuma memang, istrinya pasien yang meninggal juga positif, dua-duanya juga punya komorbid dan suaminya meninggal,” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Lima Pasien Covid-19 Kudus Tak Punya Riwayat Perjalanan

Semua pasien yang positif, imbuh dia, juga tidak punya riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Hartopo berharap lima pasien tersebut tidak terjangkit varian Omicron.

Pengambilan sampel sendiri telah dilakukan oleh DKK untuk diperiksa menggunakan whole genome sequencing (WGS). Namun, hasilnya masih menunggu dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan di Semarang.

Baca juga: Kasus Covid-19 Muncul Lagi di Kudus, Lima Orang Terkonfirmasi

“Untuk Omicron tidaknya belum tahu, namun kami harap tidaklah,” imbuhnya.
“Untuk Omicron tidaknya belum tahu, namun kami harap tidaklah,” imbuhnya.Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kudus sudah menyiapkan sejumlah lokasi pusat isolasi mandiri. Puluhan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU Covid-19 di rumah sakit rujukan lini satu, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus juga telah disiagakan.“Dari kemarin kami sudah siapkaan, baik itu desa maupun kabupaten, jangan sampai bingung ketika membludak seperti varian delta kemarin,” imbuhnya.Oleh karenanya, Hartopo berharap masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Pemerintah Kabupaten Kudus akan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan penyebaran kasus.Namun, imbuh dia, hal tersebut akan jauh lebih mudah ketika masyarakat bisa bersinergi bersama pemerintah daerah dalam hal penerapan protokol kesehatan.“Yang penting prokesnya, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler