Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kudus kian mengkhawatirkan. Bahkan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo sudah ada 10 kasus.
Jumlah itu pun dimungkinkan bertambah. Sebab, diyakini belum semua pasien DBD di sana terdata.
Camat Jekulo, Wisnubroto Purnawarman Jayawardana mengatakan, beberapa pasien DBD itu bahkan berada di lingkungan RT yang sama.
Baca juga: Dua Wilayah di Kudus Masuk Zona Merah DBD
Ia sendiri menyebut, kasus DBD di sana sudah menjadi perhatian pihaknya. Peningkatan kasus di desa tersebut dikatakan sedang meninggi.
“Kami coba konsentrasikan menangani sana (Hadipolo) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk memutus mata rantai DBD-nya,” kata Wisnu, Jumat (4/2/2022).
Jenis penanganan yang dilakukan, kata dia, adalah seperti penyemprotan atau fogging dan pemberantasan sarang nyamuk. Dia berharap temuan kasusnya terhenti di jumlah tersebut.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Camat Jekulo Kabupaten Kudus Wisnubroto Purnawarman (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten