Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Investor asing asal Tiongkok dikabarkan tertarik untuk meningkatkan pariwisata di wilayah Muria Kudus. Mereka berencana membangun kereta gondola atau kereta gantung di sana.

Rencana itu menarik pakar lingkungan di Kudus. Salah satunya Hendy Hendro, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus.

Pada MURIANEWS, Ia mengingatkan pemerintah daerah agar mempertimbangkan dan memerhatikan sejumlah hal bila proyek gondola benar dilaksanakan di Kudus.

Baca juga: Investor Asing Mau Bangun Kereta Gondola di Kudus, Eits… Ada Syaratnya

Satu hal yang paling penting adalah melakukan kajian terlebih dahulu perihal dampak lingkungan dan sosial masyarakat di lokasi pembangunan nanti. Jangan sampai, adanya pembangunan tersebut berdampak negatif pada dua aspek tersebut.

“Analisis mengenai dampak lingkungannya harus ada dulu. Jangan sampai dibangun dulu baru ada analisis dampaknya, keliru bila seperti itu,” kata Hendy, Senin (7/2/2022).

Baca juga: Investor Asing Tertarik Bangun Gondola Kudus, Ini Lokasinya

Di satu sisi, akan sangat bagus bila Kabupaten Kudus memiliki pariwisata yang baik. Namun, di sisi lainnya, tentu ada yang dikorbankan dalam pembangunan itu, hingga akhirnya merusak tatanan.

“Saat ini kita ketahui banyak yang telah membangun obyek wisata di kawasan atas. Kalau kecil dampaknya tentu kecil. Namun, kalau besar dampaknya maka akan besar pula,” imbuhnya.
“Saat ini kita ketahui banyak yang telah membangun obyek wisata di kawasan atas. Kalau kecil dampaknya tentu kecil. Namun, kalau besar dampaknya maka akan besar pula,” imbuhnya.Dari dasar itulah pihaknya meminta pemerintah tidak setengah-setengah dalam hal menyiapkan analisis lingkungan. Dia juga berharap pemerintah tidak mengorbankan keasrian Muria hanya untuk keuntungan saja.“Yang terpenting adalah kajian lingkungannya dulu disiapkan. Baru bisa untuk membangun dengan ramah lingkungan,” pungkasnya.Bupati Kudus HM Hartopo sebelumnya mengonfirmasi adanya investor asing yang ingin membangun gondola di daerah atas. Namun, hal tersebut baru sebatas ketertarikan saja.Hartopo, kemudian menemui mereka ke Jakarta beberapa waktu lalu. Hasil dari pertemuan tersebut adalah pihak investor akan menyurvey lokasi terlebih dahulu.Kabar tersebut pun disambut baik oleh Pemerintah Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Mereka, akan mendukung rencana pengembangan wisata tersebut, namun dengan sejumlah syarat.Salah satunya adalah pengembangan wisata baru tersebut bisa menyerap sumber daya manusia dari warga setempat. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler