Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Investor asing yang melirik dua lahan bekas bangunan di Kudus bakal datang ke Kota Kretek pekan depan. Mereka dijadwalkan meninjau lokasi lahan tersebut.

Adapun dua lahan itu, yakni bekas Gedung Ngasirah di Jalan Jendral Sudirman dan Matahari Mal Kudus, Jalan Loekmono Hadi. Itu diungkapkan Bupati Kudus HM Hartopo.

“Pekan depan mereka meninjau ke sini. Kemarin kan MoUnya sudah di kirim ke sana. Ini, mereka yang akan meninjau (lokasi),” ujar Hartopo, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Dua Lahan Kosong dan Pasar Kliwon Kudus Dilirik Investor China, Mau Dijadikan Apa?

Hartopo berharap langkah lanjutan bisa terjadi setelah peninjauan itu. Mengingat di masa pandemi, Kabupaten Kudus sangat sepi dari investasi.

“Sebenarnya pada 2020 kemarin banyak investor yang minat datang ke Kudus. Namun, setelah ada pandemi tiba-tiba menghilang semua dan saat ini juga tidak bisa terhubung lagi dengan mereka. Semoga ini bisa terealisasi lah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, investor asing asal Tiongkok melirik beberapa lahan mati di Kabupaten Kudus. Beberapa di antaranya juga telah dibuatkan Memorandum of Understanding (MoU) dari pemerintah darah.Adapun, lahan mati yang dilirik investor adalah bekas Gedung Pertemuan Ngasirah dan bekas bangunan Mal Matahari yang terbakar tahun 2018 silam. Dua-duanya kini berbentuk tanah kosong karena bangunan telah dirobohkan.Selain dua lahan kosong tersebut, pengusaha asal Tiongkok disebutnya juga berminat untuk membangun Pasar Kliwon menjadi pasar grosir. Mereka, ingin menata kawasan tersebut untuk dijadikan pusat perbelanjaan modern.Kemudian ada satu investor asal Tiongkok pula yang tertarik masuk ke Kota Kkretek. Nominal investasinya pun disebutnya mencapai triliunan rupiah. Investor yang akan bergerak di pengolahan sampah menjadi biogas itupun, telah meneken MoU dengan Pemkab Kudus. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler