Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus memperkirakan stok dan harga per liter minyak goreng di Kota Kretek normal kembali pada pekan depan.

Itu diungkapkan Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitno. Ia menyebut, distribusi dari produsen ke distributor Kudus sudah lancar.

Imam mengakui, sebelumnya memang ada keterlambatan pengiriman dari produsen. Dari sisi distributor pun juga tidak memiliki stok yang mencukupi, hingga menyebabkan kelangkaan.

Baca juga: Minyak Goreng Murah Sulit Ditemukan, Ombudsman RI Sebut Dibuat Langka dan Ditimbun

“Pekan depan kami perkirakan sudah lancer. Beberapa produsen merk minyak mulai mendropping ke distributor Kudus. Kalau lancar terus pekan depan sudah aman,” kata Imam via telepon, Selasa (8/2/2022).

Kabupaten Kudus sendiri, lanjut Imam telah menerima satu container bermuatan minyak goreng kemasan aneka merk. Jumlah tersebut diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan pasar selama empat hari ke depan.

Sementara terkait harga, Imam tak memungiri masih ada harga di atas yang dianjurkan pemerintah. Namun hal tersebut juga sudah mulai teratasi karena dari produsen sudah mulai menukar barang harga lama distributor dengan barang harga baru.
Sementara terkait harga, Imam tak memungiri masih ada harga di atas yang dianjurkan pemerintah. Namun hal tersebut juga sudah mulai teratasi karena dari produsen sudah mulai menukar barang harga lama distributor dengan barang harga baru.“Dari produsen Wings dan merek minyak Hemart hingga Siip sudah mulai mendropping normal. Ya, kami harapannya bisa seperti ini terus,” pungkas Imam.Imam menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kementerian untuk mendorong produsen agar tidak telat dalam mendistribusikan minyak goreng ke distributor daerah.“Kalau supermarket kan aman ya. Mereka dijamin Asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) nah yang pasar rakyat ini yang agak sulit, karena inilah kami harapkan semuanya tetap normal-normal saja,” pungkasnya.Sebelumnya, minyak goreng kemasan di Kudus mengalami kelangkaan beberapa hari terakhir. Baik di pasar tradisional maupun modern, banyak dijumpai etalase minyak yang kosong. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News