Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Awal tahun ini, Kabupaten Kudus mendapatkan musibah yang cukup banyak jumlahnya. Tercatat ada 45 peristiwa bencana yang terjadi di Kabupaten Kudus.

Peristiwa bencana didominasi dengan angin kencang serta angin puting beliung yakni sebanyak 13 kali. Kemudian disusul tanah longsor sebanyak 12 kali, pohon tumbang sebelas kali, kebakaran lima kali dan banjir empat kali.

“Total kerugian akibat sejumlah peristiwa kebencanaan tersebut adalah sebanyak Rp 334,5 juta,” ucap Kepala pelaksana harian BPBD Kudus Budi Waluyo, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: Tinjau Tanggul Jebol, Ini Kata Bupati Kudus

Sementara untuk jumlah korban yang terdampak akibat peristiwa kebencanaan itu, Budi menyampaikan ada sebanyak 902 kepala keluarga yang terdampak. Jika dihitung per jiwa, maka ada sebanyak 2.557 jiwa yang terdampak.

“Sementara untuk kerusakan ada 15 rumah yang rusak ringan dan dua rumah yang rusak berat,” imbuhnya.

Selain mencatat peristiwa kebencanaan, BPBD lanjut Budi, juga mencatat sejumlah kejadian kedaruratan lainnya. Mulai dari evakuasi ular hingga monyet, pencarian orang tenggelam, hingga evakuasi kecelakaan maupun jenazah.

Di musim penghujan seperti ini, Budi menyampaikan agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih curah hujan di Kabupaten Kudus diperkirakan masih tinggi.
Di musim penghujan seperti ini, Budi menyampaikan agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih curah hujan di Kabupaten Kudus diperkirakan masih tinggi.Antisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Dengan begitu, ketika terjadi bencana alam dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya. Kerja bakti juga diharapkan bisa dijalankan bila diperlukan,” pungkasnya.Budi, juga turut mengimbau masyarakat Kudus untuk memastikan semua listrik dalam keadaan mati bila tak ada orang di rumah. Hal tersebut bisa mencegah terjadinya kebakaran yang diakibatkan hubungan arus pendek.Selain mengecek instalasi listrik, Budi juga turut menganjurkan mengecek peralatan memasak seperti kompor. Karena dari peristiwa yang sudah-sudah, banyak peristiwa kebakaran yang disebabkan karena lupa mematikan kompor masak.“Kalau berkendara juga kami harapkan bisa berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas yang ada,” pungkasnya. Reporter Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler