Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah anak di Kabupaten Kudus yang terpapar Covid-19 di meningkat dalam beberapa hari terakhir. Catatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dari 293 kasus Covid-19 di Kudus, tiga persen di antaranya adalah anak-anak.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, kebanyakan pasien anak usia 6 hingga 11 tahun. Selain itu, juga ditemukan kasus Covid-19 pada balita dan bayi.

"Angkanya naik dari dua persen ke tiga persen dalam beberapa hari ini. Yang paling baru kasusnya adalah seorang bayi, sedang kami dalami," ujar Andini Rabu (16/2/2022).

Terkait faktor penularan, Andini menyampaikan bahwa DKK saat ini tengah melakukan penulusuran kontak. Terutama pada kasus bayi yang diduga tertular dari orang tuanya.

"Apalagi bayi tersebut belum divaksin, saat ini tengah kami dalami," katanya.

Baca: Kasus Covid-19 di Kudus Ngegas, PTM Kembali 50 persen

Selain angka pasien anak yang meningkat, persentase pasien remaja juga turut menyumbang 15 persen dari total kasus Covid-19 di Kudus.

Sementara yang paling mendominasi adalah usia dewasa 26 sampai 45 tahun yang sebesar 42 persen. "Sementara sisanya usai lansia," terangnya.

Baca: Puluhan Nakes di Kudus Terpapar Covid-19
Baca: Puluhan Nakes di Kudus Terpapar Covid-19Atas temuan tersebut, pihaknya berharap masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Adapun protokol yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas."Selain itu juga masyarakat kami harapkan mau menjalani vaksinasi Covid-19 agar kekebalan komunal bisa terbentuk," pungkasnya.Baca: PPKM Diperpanjang, Jateng Tak Ada Level 1Bupati Kudus HM Hartopo juga berharap para orang tua mau mengedukasi anaknya terkait pentingnya memakai masker. Apalagi kini, kasus Covid-19 pada anak mengalami peningkatan.Para orang tua, lanjut dia, juga diharapkan bisa menjaga protokol kesehatannya. Karena kasus Covid-19 pada anak biasanya tertular dari orang tua."Bahkan ada yang bayi itu (dirawat, red) di RSUD Loekmono Hadi, makanya kami sampaikan untuk selalu pakai masker karena bisa melindungi diri dan orang lain," pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler