Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Sebanyak 50 lebih tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kudus terpapar Covid-19. Jumlah tersebut berasal dari sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kudus.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus tengah meneliti apakah Covid-19 yang menular di kalangan nakes merupakan varian Omicron atau tidak.

"Data terakhir kami sekitar 50 orang lebih, itu dari berbagai rumah sakit di Kudus dan belum kami pastikan itu Omicron atau bukan," ucap Pelaksana Harian (PLh) Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi, Rabu (16/2/2022).

Andini menyampaikan, data itu sangat fluktuatif tiap harinya. Itu dikarenakan ada nakes yang hampir menyelesaikan isolasi mandirinya maupun ada nakes yang baru terpapar.

Terkait gejala yang diderita nakes, Andini menyampaikan hampir semuanya terpapar dengan gejala ringan bahkan tidak ada gejala. Dia juga menyebutkan belum ada nakes yang terpapar dengan gejala sedang ke berat.

"Ini berkat vaksinasi juga, sehingga bila terpapar tidak akan mengalami gejala yang berat," katanya.

Andini memastikan adanya puluhan nakes yang terpapar itu tidak akan mengganggu pelayanan di sejumlah rumah sakit rujukan. Karena jumlah tersebut dirasa masih sedikit dibanding jumlah tenaga kesehatan yang ada saat ini."Untuk penanganannya kami lakukan seperti pasien pada umumnya, baik delta, omicron maupun alpha, semua penanganannya sama," terangnya.Atas temuan tersebut, pihaknya berharap masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Adapun protokol yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas."Selain itu juga masyarakat kami harapkan mau menjalani vaksinasi Covid-19 agar kekebalan komunal bisa terbentuk," tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler