Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus diprediksi akan kembali mengalami lonjakan dalam waktu dekat ini. Padahal, harga saat ini telah mencapai yang paling tinggi, yakni Rp 11 ribu per kilogram.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf menyampaikan, harga kedelai saat ini sebenarnya telah naik. Namun, atas berbagai pertimbangan tetap dijual seharga Rp 11 ribu per kilonya.

"Agen sudah konfirmasi kemarin. Katanya ada kenaikan lagi karena harga dari negara penyuplainya juga naik, jadi ya nanti tetap ada penyesuaian lagi,"  kata Amar, Senin (21/2/2022).

Kondisi ini, lanjut Amar, akan menyulitkan para produsen tempe-tahu. Para produsen juga belum berani menaikkan harga terlalu tinggi karena takut akan kehilangan konsumen.

Baca: Tempe di Kudus Semakin Kecil, Harga Tahu Naik

Kondisi seperti ini pula yang menyebabkan jumlah permintaan kedelai di Kudus untuk saat ini juga cenderung menurun.

"Karena kemarin ada wacana mogok produksi ya, namun dari kami menyarankan untuk penyesuaian harga saja," lanjutnya.
"Karena kemarin ada wacana mogok produksi ya, namun dari kami menyarankan untuk penyesuaian harga saja," lanjutnya.Adapun kenaikan yang disepakati bersama adalah per papan naik sebesar Rp 3.000 dari harga jual sebelumnya yang berkisar Rp 27.000. Sehingga harga kenaikan nanti ada di kisaran Rp 30.000 per papan.Baca: Produsen Tahu di Kudus Tetap Produksi: Kalau Mogok Malah Rugi"Karena masing-masing pengusaha tahu kan menjual setiap papannya berbeda-beda ya, jadi diambil kesepakatan naiknya saja," terangnya.Walau demikian, dia mengungkapkan ketersediaan stok diungkapkannya masih aman untuk kebutuhan produksi tahu dan tempe. “Stok di awal pekan ini ada sekitar 60 ton, jadi masih aman untuk memenuhi kebutuhan pengrajin tempe dan tahu di Kudus, “ pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler